Musim Kemarau Tiba, Warga Diminta Bijak Hadapi Risiko Kebakaran

benuanta.co.id, TARAKAN – Di tengah suhu yang makin meningkat dan musim kemarau yang kian terasa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan mengajak warga untuk lebih peduli dan bijak terhadap potensi bahaya kebakaran lahan.

Dengan kondisi cuaca Tarakan saat ini, kemarau menjadi ancaman bagi masyarakat. Tidak hanya masalah air namun juga masalah kebencanaan yaitu kebakaran lahan maupun hutan.

“Tarakan itu 3-4 hari saja kemarau sudah rawan. Apalagi berminggu atau berbulan nanti,” ujar Kepala BPBD Tarakan, Yonsep.

Baca Juga :  Respons Keluhan Penumpang, BI Pastikan QRIS di Pelabuhan Tengkayu I Tanpa Biaya Tambahan

Sejak awal Juli, BPBD mencatat sudah ada tiga kejadian kebakaran lahan. Salah satunya hampir merambat ke fasilitas vital seperti pembangkit listrik di Binalatung.

Menghadapi kondisi ini, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan membuka lahan dengan cara membakar. Jika memang terpaksa membakar untuk berkebun, warga diminta melapor dan menggunakan metode aman.

“Bakar itu dikumpul, jangan sebar. Harus ada sekat antara lahan yang dibakar dan lahan lain. Dan lebih baik lapor dulu ke BPBD, kelurahan, atau KPH,” jelasnya.

Baca Juga :  Polisi Pastikan Kebakaran di Masjid As-Sholihin Dipicu Korsleting Listrik

Tak hanya tindakan membakar, kelalaian kecil seperti membuang puntung rokok pun bisa memicu kebakaran hebat.

“Kita harap masyarakat punya empati. Tarakan ini rumah kita semua. Jangan sampai satu api kecil malah merugikan banyak pihak,” tambahnya.

Untuk menghadapi musim kemarau, ia menyarankan setiap kebun memiliki tampungan air atau sumur. Menurutnya, salah satu kendala pemadaman saat ini adalah keterbatasan air.

“Kalau bisa di tiap kebun buat tampungan. Kami juga sudah sampaikan itu saat sosialisasi. Peralatan kita siap, tapi airnya yang sering jadi masalah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Disdukcapil Tarakan Catat 86.487 Layanan Adminduk Sepanjang 2025

Yonsep menegaskan, BPBD siap membantu masyarakat yang kesulitan menangani kebakaran. Jika api tak bisa dikendalikan, warga diminta langsung menghubungi call center 112.

“Kita sudah koordinasi juga dengan teman-teman stakeholder lain. Kalau perlu bantuan, kami akan kerahkan semua kekuatan,” tutupnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *