‎Usai Cekcok dengan Istrinya, Pria Berinisial SSP Ditemukan Gantung Diri di Pohon Terap

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pria berinisial SSP (35) warga Jalan Brigade, RT.29, Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gantung diri dengan seutas tali di batang pohon terap pada Jumat, 25 Juli 2025.

‎Kapolres Nunukan, AKBP Bonifasius Rumbewas melalui Kasi Humas Polres Nunukan, IPDA Sunarwan menerangkan korban ditemukan pada oleh istrinya sekira pukul 07.30 WITA.

‎“Kita dapat informasi dari masyarakat, bahwa ada salah satu warga telah meninggal dunia yang dengan cara gantung diri dengan seutas tali (dadung plastik) yang terikat di batang pohon terap, kita langsung ke sana mengevakuasi korban,” ungkap Sunarwan.

Baca Juga :  Polda Kaltara Musnahkan Barang Bukti Narkoba, Ribuan Warga Diselamatkan

‎Sebelum ditemukan meninggal dunia, Emiliano yang merupakan istri korban mengatakan sekira pukul 06.00 WITA dirinya dikejutkan dengan adanya gonggongan anjing.

‎Sehingga ia keluar rumah dan memeriksa di sekeliling rumahnya. Betapa kagetnya Emiliano menemukan suaminya sudah tergantung di pohon terap samping rumahnya.

‎Kepada polisi, istri korban mengatakan sempat terjadi pertengkaran mulut sehari sebelum kejadian nahas itu sekira pukul 22.00 WITA pada Kamis (24/7/2025).

‎Saat itu, istri korban menerima telepon dari seseorang perempuan yang menyebabkan pertengkaran antara pasangan suami istri. Korban membanting HP miliknya dan juga membanting HP milik istrinya.

Baca Juga :  BNNP Kaltara Musnahkan Sabu Hasil Pengungkapan Kasus di Selumit Pantai

‎Korban juga lalai lantaran melakukan kekerasan dalam rumah tangga kepada istrinya yang mengakibatkan luka memar.

‎“Pada pukul 00:00 WITA, korban ini pamit kepada anak-anak nya, sejak kejadian tersebut korban tidak pulang ke rumah hingga ditemukan istrinya sudah gantung diri,” bebernya.

‎Sunarwan mengatakan, berdasarkan keterangan Emiliano, korban kemungkinan takut jika dirinya akan melaporkan kejadian KDRT tersebut ke pihak yang berwajib.

‎Akhirnya korban memilih nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

‎“Saat di temukan, korban dalam kondisi alat kelamin mengeluarkan air seni, lidah tergigit dan mulut mengeluarkan air liur,” sebut Sunarwan.

Baca Juga :  Satu Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Aplikasi Pariwisata ASITA Buron

‎Sunarwan mengatakan, sebelumnya, korban juga sempat melakukan KDRT, hingga istrinya melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi. Korban juga pernah diamankan selama 1×24 jam lalu dipulangkan atas permintaan istrinya dengan surat pernyataan.

‎Namun, korban melakukan kembali KDRT kembali kepada istrinya sehingga ketakutan dan merasa malu kepada orang sekitar jika dilaporkan kembali oleh istrinya dengan kasus yang sama.

‎“Keluarga korban merasa tidak keberatan sehingga setelah selesai pemeriksaan atau visum di RSUD akan dibawa kerumah duka untuk disemayamkan,” pungkasnya. (*)

‎Reporter: Novita A.K

‎Editor: Endah Agustina 

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *