Bulog Gandeng TNI Salurkan Bantuan Pangan dan SPHP di Tarakan

benuanta.co.id, TARAKAN – Badana Urusan Logistik (Bulog) Cabang Tarakan menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam penyaluran bantuan pangan serta program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah Tarakan.

Kolaborasi ini diluncurkan secara resmi di Kelurahan Pamusi, Kecamatan Tarakan Tengah, bersama Kodim 0907 Tarakan.

Kepala Bulog Tarakan, Sri Budi Prasetyo menjelaskan, sinergi ini bertujuan untuk mempercepat distribusi bantuan sekaligus memastikan program tepat sasaran.

“Kami bekerja sama dengan TNI dan Polri, baik dalam distribusi maupun pengawasan penyaluran SPHP dan bantuan pangan. Ini agar pelaksanaan di lapangan bisa berjalan lebih efektif,” ujarnya, Kamis (24/7/2025).

Baca Juga :  Cegah Konflik Lahan, Menhut Dorong Percepatan Sertifikasi Tambak Petani di Desa Liagu

Sri Budi mengungkapkan, total bantuan pangan untuk Kota Tarakan mencapai 7.398 penerima manfaat, di mana masing-masing akan menerima 20 kilogram beras untuk alokasi dua bulan, yakni Juni dan Juli 2025.

“Penyaluran sudah kami mulai sejak 21 Juli, dan hingga hari ini telah tersalurkan sekitar 37 persen dari total kuota. Kami optimistis sisanya bisa selesai 100 persen sebelum akhir bulan, tepatnya 31 Juli 2025,” tambahnya.

Baca Juga :  Penataan PKL Sekitar Bandara Juwata Dikaji, Pedagang Minta Kebijakan Jam Operasional

Terkait stok, Sri Budi memastikan bahwa semua logistik telah tersedia dan siap didistribusikan. “Berasnya sudah kami siapkan, tinggal dibagikan ke masyarakat melalui titik-titik yang telah ditentukan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, pendampingan dari Babinsa dinilai sangat membantu, terutama untuk menjangkau kelompok rentan seperti lansia atau masyarakat yang kesulitan datang ke lokasi distribusi. “Dengan dukungan Babinsa, proses pendataan dan penyaluran menjadi lebih mudah dan cepat,” terang Sri Budi.

Jika terdapat penerima yang tidak bisa mengambil bantuan, misalnya karena meninggal dunia atau pindah domisili, data tersebut akan digantikan oleh warga lain yang masuk dalam daftar cadangan. Proses ini dilakukan dengan pengawasan ketat oleh aparat di lapangan untuk memastikan keadilan.

Baca Juga :  BPJS PBI Sebagian Masyarakat Dinonaktifkan, Ini Alasannya

Program SPHP dan bantuan pangan ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami akan terus evaluasi jika ada kendala di lapangan. Prinsipnya, kami ingin program ini bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutupnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *