benuanta.co.id, TARAKAN – Dari 80 ribu koperasi yang tersebar di seluruh Indonesia, Tarakan terpilih sebagai salah satu kota percontohan dalam pelaksanaan program Koperasi Merah Putih.
Peluncuran koperasi ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia pada Senin (21/7/2025), dan dipantau langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara daring.
Di wilayah Tarakan, kegiatan berlangsung di depan Kantor Kelurahan Selumit pukul 10.45 WITA, bersamaan dengan peresmian Koperasi Merah Putih Selumit, sebagai simbol penguatan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi di Tarakan
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya koperasi sebagai pilar ekonomi desa. “Koperasi harus menjadi sumber kekuatan ekonomi rakyat. Kita butuh model ekonomi yang berdiri dari, oleh, dan untuk rakyat,” tegasnya.
Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Peternakan Kemenko Pangan, Karsan, yang hadir dalam peluncuran tersebut, menyampaikan, koperasi harus fokus pada usaha yang memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
“Apa gunanya benih kalau tidak menghasilkan? Korporasi seperti ini harus menguntungkan. Evaluasi akan kami lakukan pada Oktober 2025 untuk memastikan apakah koperasi benar-benar berjalan atau tidak,” jelasnya.
Ia menambahkan, koperasi tidak cukup hanya didirikan secara administratif, namun juga harus menghasilkan dan berkembang. “Audit itu harus ada. Dan akan ada pelatihan lanjutan bagi koperasi. Pemerintah pusat akan melihat perkembangan koperasi dan memberikan pendanaan berbasis proposal yang diajukan oleh masing-masing koperasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, menyampaikan, seluruh kelurahan di Tarakan telah memiliki koperasi berbadan hukum dengan pengurus yang lengkap. Saat ini, koperasi-koperasi tersebut tengah menyusun rencana usaha yang akan dijalankan.
“Khusus Koperasi Merah Putih Selumit, sudah memenuhi standar delapan gerai usaha yang diminta. Antara lain, distribusi logistik bersama PT Pos, LPG bersubsidi dengan Pertamina, pupuk dengan PT Pupuk, dan penyaluran beras bersama Bulog serta BPI,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan, koperasi di Selumit bekerja sama sebagai agen bank BNI, sementara kelurahan lain ada yang bermitra dengan BRI dan Mandiri.
Koperasi ini juga mengembangkan usaha pupuk berbahan dasar limbah kepala udang dan ikan yang selama ini terbuang. Produk pupuk tersebut sudah dikemas dan mulai dipasarkan, terutama untuk tanaman palawija.
Pemerintah Kota Tarakan turut menghadirkan solusi permodalan bagi pelaku usaha mikro melalui program pinjaman tanpa agunan hingga Rp5 juta, yang cukup dengan syarat memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha). Program ini sudah diluncurkan sejak Mei 2025 dan menjadi bagian dari program 100 hari kerja kepala daerah
“Kita ingin memutus lingkaran setan soal permodalan. Kalau pinjamannya dikelola baik dan dikembalikan tepat waktu, pelaku usaha bisa naik ke pembiayaan KUR hingga Rp500 juta,” ujar dr. Khairul.
Bagi koperasi yang sudah berbadan hukum dan memiliki aset, tersedia pinjaman hingga Rp35 juta dengan agunan. “Koperasi umumnya sudah punya aset seperti kantor atau inventaris yang bisa dimanfaatkan sebagai jaminan,” tambahnya.
Dengan peluncuran serentak Koperasi Merah Putih secara nasional, serta keterlibatan aktif dari pemerintah pusat dan daerah, koperasi diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi rakyat yang tangguh dan mandiri.
“Koperasi tidak lagi hanya tentang simpan pinjam. Kita ingin koperasi yang kuat di sektor produksi, distribusi, dan pengolahan. Yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” tutupnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli







