Pengguna QRIS di Kaltara Terus Bertambah, Bukti Warga Makin Melek Digital

benuanta.co.id, TARAKAN – Perkembangan sistem pembayaran digital di Kalimantan Utara (Kaltara) terus menunjukkan tren positif. Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah pengguna QRIS di Kaltara ini telah mencapai 124.543 pengguna per Mei 2025.

Angka tersebut meningkat sebanyak 3.106 pengguna baru dibandingkan akhir Desember 2024 yang tercatat sebanyak 121.437 pengguna. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara, Hasiando Manik, menuturkan peningkatan ini mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap transaksi digital yang praktis, efisien, dan aman.

QRIS kini tidak hanya digunakan oleh pelaku UMKM, tapi juga mulai diterapkan di sektor jasa, pasar tradisional, layanan ibadah, hingga transaksi pemerintah daerah.

Baca Juga :  Berjuang Bentuk Koperasi, Ojol Tarakan Dibayangi Pesimisme

“Pertumbuhan pengguna QRIS di Kaltara menjadi indikator bahwa masyarakat makin terbuka dan percaya terhadap sistem pembayaran yang efisien dan aman,” jelas Hasiando, Jumat (18/7/2025).

Menurutnya, transaksi digital berperan penting dalam memperluas inklusi keuangan di wilayah perbatasan dan pelosok. Dengan QRIS, pelaku usaha tidak perlu memiliki mesin EDC, cukup satu kode QR yang bisa digunakan untuk semua aplikasi pembayaran digital.

Tak hanya mudah, QRIS juga mengurangi risiko transaksi tunai, lebih praktis, serta mendukung pencatatan usaha mikro secara real time.

Ia menjelaskan, pertumbuhan transaksi tidak hanya terjadi pada QRIS, tapi juga pada kanal sistem pembayaran lainnya. Selama Juni 2025, nilai transaksi melalui BI-Fast tercatat sebesar Rp2,98 triliun, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp1,88 triliun.

Baca Juga :  Kejar Target Rp6 Miliar, Bapenda Kaltara Perkuat Pendataan Alat Berat

Volume transaksi BI-Fast juga tumbuh pesat, yakni mencapai 1,43 juta kali transaksi, hampir dua kali lipat dari jumlah pada Juni 2024 sebesar 735 ribu transaksi. Sementara itu, untuk transaksi yang dilakukan melalui sistem Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), pada Juni 2025 tercatat sebesar Rp783,13 miliar dengan volume transaksi sebanyak 523 kali. Meski demikian, kedua angka ini mengalami kontraksi jika dibandingkan tahun sebelumnya, masing-masing sebesar -27,59 persen (nilai) dan -10,60 persen (volume).

Adapun transaksi melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) tercatat sebesar Rp318,02 miliar dengan volume transaksi sebanyak 6.280 kali. Kedua angka ini juga menunjukkan penurunan secara tahunan masing-masing sebesar -4,35 persen untuk nilai transaksi dan -8,85 persen untuk volume transaksi.

Baca Juga :  BKHIT Kaltara Dorong Ekspor Langsung Komoditas Unggulan, Rumput Laut jadi Prioritas

BI bersama Pemda terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran sebagai bagian dari perluasan inklusi keuangan di Kaltara, termasuk menjangkau wilayah-wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Dengan sistem pembayaran digital seperti QRIS dan BI-Fast, masyarakat dapat bertransaksi lebih cepat dan terjangkau tanpa bergantung pada uang tunai atau infrastruktur fisik perbankan. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *