‎Bea Cukai Tarakan Lampaui Target Penerimaan Tahunan, Capai 167,66 Persen hingga Triwulan II

benuanta.co.id, TARAKAN – Realisasi penerimaan Bea Cukai Tarakan sudah melampaui target tahunan pada Triwulan II. Tercatat total penerimaan mencapai Rp23,6 miliar dari target tahunan sebesar Rp14,1 miliar atau sebesar 167,66 persen.

‎ “Artinya capaian penerimaan kita sudah 167,66 persen dari target tahunan. Alhamdulillah ini melampaui ekspektasi,” ujar Kasi Penyuluhan dan Pelayanan Bea Cukai Tarakan, Andy Herwanto, Sabtu (19/7/2025).

‎Andy membeberkan kontribusi terbesar berasal dari bea masuk dengan total penerimaan Rp22 miliar.

‎“Penerimaan dari bea masuk mendominasi karena masih kuatnya aktivitas antarmoda proyek strategis nasional di KIPI (Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional) Tanah Kuning-Mangkupadi,” bebernya.

Baca Juga :  Susu, Roti, dan Kurma Gantikan Menu Berat MBG Selama Ramadan

‎Selain itu, penerimaan juga berasal dari beberapa sektor lain, seperti denda administrasi dan pabean lainnya sebesar Rp1 miliar. “Ada juga tambahan dari pihak luar sebesar Rp370.105.000, serta denda administrasi cukai yang nilainya Rp189.991.000,” tuturnya

‎Andy mengungkapkan, komoditas penyumbang utama dari pihak luar masih didominasi oleh produk olahan hasil hutan. Untuk komoditas penyumbang penerimaan dari luar, Andy menyebut ada berbagai jenis ekspor yang dikenai bea keluar maupun denda administrasi.

‎“Di antaranya pernah tercatat dari kernel sawit,” katanya.

‎Untuk komponen bea keluar, Andy menyebut capaian penerimaan juga menunjukkan tren positif. “Target bea keluar sebesar Rp263.807.000 sudah tercapai bahkan melebihi, yakni mencapai Rp370.105.000 atau sekitar 140,29 persen,” terangnya.

Baca Juga :  Terminal Tipe A Tanjung Selor Tertahan Masalah Lahan

‎Penerimaan dari denda administrasi cukai dan pabean juga mengalami peningkatan. “Kami mencatat ada denda dari kegiatan ekspor biji sawit dan beberapa barang lainnya yang menyumbang signifikan,” tambahnya.

‎Mengenai sektor perikanan, Andy menjelaskan komoditas ini tidak memberikan penerimaan langsung karena sebagian besar aktivitasnya berupa ekspor.

‎“Untuk perikanan, kita tidak ada penerimaan di sini karena barangnya langsung keluar, tidak kena bea masuk atau cukai,” tegasnya.

Baca Juga :  IKA PMII Kaltara Dilantik, Pengurus Diminta Berkolaborasi Membangun Daerah

‎Sedangkan untuk kegiatan impor, Andy mengatakan jenis barang yang paling signifikan adalah barang-barang modal untuk industri.

‎“Importasi barang modal masih berjalan dan itu berperan besar terhadap penerimaan kita, terutama karena kebutuhan industri di Kalimantan Utara masih tinggi,” ujarnya.

‎Meski sudah melampaui target tahunan, pihaknya optimisme terhadap kinerja penerimaan hingga akhir tahun. “Masih ada satu semester lagi. Dengan tren saat ini, kami optimis penerimaan akan tetap optimal dan bahkan bisa lebih maksimal,” pungkasnya. (*)

‎Reporter: Eko Saputra

‎Editor: Endah Agustina 

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *