benuanta.co.id, TARAKAN – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berhasil menjaga tingkat inflasi tetap rendah di tengah ancaman tekanan ekonomi global. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi gabungan tiga kabupaten/kota IHK di Kaltara pada Juni 2025 tercatat sebesar 0,07 persen (mtm) atau 1,38 persen (yoy) jauh lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 1,87 persen (yoy).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara, Hasiando Manik, mengatakan stabilnya inflasi tidak lepas dari kerja sama seluruh elemen dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
“Meski ada tekanan dari global seperti kebijakan tarif impor Amerika Serikat dan gangguan pasokan komoditas, inflasi Kaltara masih terjaga. Ini berkat kerja nyata melalui kerangka 4K,” ujarnya, Jumat (18/7/2025).
Adapun penyumbang inflasi terbesar pada bulan Juni 2025 adalah tarif angkutan udara dengan andil 0,17%, disusul tomat, beras, ikan layang, dan ikan bandeng. Kenaikan tarif pesawat dipicu meningkatnya mobilitas saat Iduladha dan libur sekolah, namun masih tertahan oleh kebijakan diskon dari pemerintah.
Di sisi lain, optimisme konsumen di Kaltara tetap tinggi. Berdasarkan Survei Konsumen Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juni 2025 mencapai 119,66, meningkat dibandingkan Mei sebesar 119,00. Seluruh sub-indeks pun mengalami kenaikan seperti Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE): 108,57 dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK): 130,75
“Ini mencerminkan persepsi positif masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun harapan ke depan. Konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor penting pertumbuhan ekonomi daerah,” terang Hasiando.
Bank Indonesia bersama TPID terus menggencarkan berbagai strategi stabilisasi, mulai dari 220 pasar murah, digital farming dan GAP, hingga edukasi publik dan distribusi komoditas ke daerah 3T. Hal ini guna menjaga daya beli, pasokan, dan persepsi positif masyarakat terhadap perekonomian. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Yogi Wibawa







