Kemenag Tarakan Harap Tambahan Armada untuk Program Jemput Pengantin

benuanta.co.id, TARAKAN – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tarakan terus mengembangkan program ‘Jepen Bah’ (Jemput Pengantin Bahagia) yang dirancang untuk memberikan layanan antar jemput calon pengantin (catin) ke lokasi pernikahan secara gratis, lengkap dengan berbagai fasilitas pernikahan lainnya.

Namun, keterbatasan armada menjadi kendala utama dalam memperluas cakupan pelayanan ini ke seluruh wilayah Tarakan.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Tarakan, H. Muhammad Aslam, S.E., mengatakan saat ini pihaknya hanya mengoperasikan satu unit mobil dinas untuk program tersebut. “Penjemputannya itu ya menggunakan mobil operasional milik Kemenag Tarakan, dan untuk sekarang ini kita baru punya satu unit,” jelasnya kepada benuanta.co.id, Kamis (16/7/2025).

Ia menambahkan, pihaknya telah mengusulkan tambahan armada kepada Pemerintah Kota Tarakan agar jangkauan layanan bisa mencakup daerah-daerah yang lebih jauh.

Baca Juga :  Dishut Sebut Revitalisasi KKMB Tarakan Terganjal Administrasi Lahan

“Kami berharap juga kepada Wali Kota bisa disiapkan mobil tambahan. Jadi nanti kita bisa kerja sama untuk menyusuri daerah-daerah yang jauh,” harapnya.

Menurutnya, Wali Kota Tarakan pun telah memberikan sinyal positif dengan menyatakan niat menambah unit kendaraan untuk mendukung program ini. “Katanya Oktober baru bisa ada tambahan. Belum tahu berapa unit, tapi rencananya memang akan ditambah,” ucapnya.

Aslam menjelaskan bahwa program ‘Jepen Bah’ hanya diperuntukkan bagi calon pengantin yang akan menikah secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA). Pendaftaran tetap dilakukan sebagaimana biasa di KUA sesuai domisili.

Namun, khusus layanan Jepen Bah, ada proses seleksi yang dilakukan oleh tim gabungan dari KUA Kecamatan dan tim Jepen Bah. “Jepen Bah ini kami prioritaskan untuk catin yang menikah di kantor, bukan di luar KUA. Nanti akan kami seleksi, karena sasarannya adalah masyarakat yang tidak mampu,” jelasnya.

Baca Juga :  BPJS PBI Sebagian Masyarakat Dinonaktifkan, Ini Alasannya

Ia menjelaskan calon pengantin yang ingin mendapatkan layanan ini wajib melampirkan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan. Aslam menambahkan, layanan ini bukan sekadar transportasi, tetapi juga merangkap sebagai wedding organizer yang menyuplai segala kebutuhan dasar pernikahan secara gratis.

“Kami siapkan dekorasi balai nikah, MC, Qori atau pembaca Al-Qur’an, dokumentasi, dan transportasi calon pengantin, semuanya disiapkan oleh tim Jepen Bah,” paparnya.

Program ini merupakan hasil sinergi antara Seksi Bimas Islam Kemenag Tarakan dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tarakan.

Baca Juga :  Penataan PKL Sekitar Bandara Juwata Dikaji, Pedagang Minta Kebijakan Jam Operasional

“Program ini kami gagas bersama DPMPTSP sebagai bentuk pelayanan publik yang mudah, murah, dan bermartabat,” katanya.

Tak hanya itu, Jepen Bah juga memiliki nilai sosial yang tinggi. Selain membantu secara administratif, program ini juga menjadi bagian dari kampanye untuk mendorong masyarakat menikah secara resmi dan tercatat di KUA.

“Mudah-mudahan ke depannya nanti kita bisa tingkatkan lagi, biar minat orang menikah di KUA bisa lebih tinggi,” tambahnya.

Ia juga membuka ruang kolaborasi media untuk meliput momen-momen pelaksanaan pernikahan dalam program ini. “Kalau nanti ada jadwal pernikahan, bisa juga diliput. Ini sebagai bentuk keterbukaan dan publikasi kegiatan positif dari pemerintah,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *