Buntut Penangkapan Kasatreskoba, Mahasiswa Nunukan Geruduk Mako Polres

benuanta.co.id, NUNUKAN – Buntut penangkapan Kasatreskoba dan tiga personel Polres Nunukan, sejumlah aliansi mahasiswa di Nunukan menggelar seruan aksi di depan Mako Polres Nunukan, pada Kamis 17 Juli 2025. Dalam tuntutannya, mahasiswa Nunukan meminta dan menuntut Kapolres Nunukan, AKBP Bonifasius Rumbewas bertanggung jawab atas apa yang sudah dilakukan oleh 4 oknum anggotanya.

Koordinator Lapangan, Yustin menyampaikan saat ini masyarakat sudah kehilangan rasa kepercayaan kepada institusi Polri pasca terkuaknya penangkapan Kasat Reskoba Polres Nunukan.

Baca Juga :  Diduga Mabuk, Pemotor di Nunukan Tabrak Mobil Parkir, Begini Kondisi Korban

“Gerakan yang kami lakukan hari ini merupakan luapan masyarakat Nunukan, atas kegelisahan sejumlah kasus yang telah mencoreng salah satu lembaga pengayom masyarakat, saat ini kepercayaan masyarakat sudah hilang kepada Polri,” kata Yustin.

Dikatakannya, dalam aksi tersebut setidaknya ada lima poin tuntutan yang ditujukan kepada Kapolres Nunukan, pertama evaluasi kinerja Kapolres Nunukan bila terbukti lalai dalam pengawasan, kedua mendesak Propam dan divisi Hukum Polri dalam mengawal kasus ini, secara transparan dan tidak membiarkan adanya intervensi atau upaya perlindungan terhadap oknum tersebut, ketiga mendesak Mabes Polri untuk menurunkan tim khusus, untuk mengusut dan evaluasi kemungkinan adanya jaringan lebih luas di internal Polres Nunukan.

Baca Juga :  DKUKMPP Nunukan Perkuat Industri Kerajinan Berbasis Kearifan Lokal lewat Pembinaan

“Kami juga meminta pemerintah daerah dan BNN untuk memperkuat sistem pencegahan Narkoba secara kolaboratif dan melibatkan elemen pemuda secara organisasi kemasyarakatan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Mahasiswa juga mendesak Mabes Polri Untuk segera press release terkait kasus penangkapan oknum polisi di Kabupaten Nunukan.

Yustin mengatakan, kedatangan mahasiswa untuk mempertanyakan persoalan terjadi di lingkungan Polda Kaltara khususnya Polres Nunukan, seorang Kasatnarkoba yang seharusnya melindungi masyarakat atas peredaran narkoba, justru diduga terlibat peredaran barang gelap narkotika.

Baca Juga :  Kunjungi Warga Lumbis Hulu, Bupati Nunukan Taklukkan Arum Jeram Sungai Sadalir

“Kami juga minta kepada Polri untuk transparan dalam pengungkapan kasus ini dan harus di tindak tegas,” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *