benuanta.co.id, TARAKAN – Kota Tarakan belum masuk dalam peluncuran (launching) serentak program Sekolah Rakyat yang digelar Kementerian Sosial RI yang di gelar pada hari ini, Senin (14/7/2025).
Kepala Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Dinsos Tarakan, H. Jamaluddin Malla mengatakan Tarakan belum ikut dilibatkan dalam launching tahap pertama karena Kota Tarakan masuk dalam tahap kedua peluncuran Sekolah Rakyat. Selain itu, sejumlah aspek persiapan fisik belum rampung.
“Kita tidak masuk di tahap pertama karena belum finalisasi kelengkapan fisiknya. Jadi Tarakan direncanakan masuk di tahap kedua, itu pun belum ada informasi resmi apakah pelaksanaannya tahun ini atau tahun depan,” ungkapnya.
Kendati demikian, Dinsos Tarakan telah melakukan berbagai persiapan seperti penyiapan lahan, sarana-prasarana pendukung, serta pendataan awal terhadap calon siswa Sekolah Rakyat.
Berdasarkan data sementara yang berhasil dihimpun dari lurah, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), dan laporan masyarakat menunjukkan ada sekitar 150 anak yang potensial menjadi peserta. Namun data itu masih akan diverifikasi secara faktual melalui kunjungan ke rumah (home visit).
“Nanti dari 150 itu disaring menjadi 100 siswa, masing-masing 50 untuk SD dan 50 untuk SMP. Ditambah 5 orang sebagai cadangan. Tapi kami masih tunggu jadwal dan tim dari pusat untuk pelaksanaan verifikasi faktualnya,” ujarnya.
Ia menambahkan peserta prioritas berasal dari keluarga miskin kategori Desil 1 dan 2, dan jika ada dari luar kategori itu, maka harus dilengkapi dengan Surat Keterangan Miskin dari kelurahan.
Untuk tahap verifikasi faktual, tim pusat nantinya akan melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS), pendamping pendidikan, dan pendamping PKH.
“Kami masih menunggu informasi terbaru dari Kementerian Sosial, termasuk soal provinsi mana saja yang sudah ikut launching tahap pertama. Tarakan memang belum dilibatkan dalam peluncuran serentak itu,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli







