Pedagang Sulit Diatur, Terminal Baru jadi Solusi Tata Ulang Dermaga Tengkayu I

benuanta.co.id, TARAKAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melalui UPTD Pelabuhan Tengkayu I menyatakan pembangunan terminal baru sebagai langkah strategis untuk meningkatkan pelayanan dan menata kawasan pelabuhan secara menyeluruh.

Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi pelabuhan yang saat ini masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari keterbatasan fasilitas hingga aktivitas pedagang yang belum tertib.

Kepala UPTD Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, Roswan, menyebutkan rencana terminal baru akan didesain terintegrasi dengan area parkir, zona pedagang, dan jalur masuk penumpang. Hal ini dimaksudkan agar akses ke dermaga lebih tertib dan tidak semrawut.

“Rencana jangka panjangnya memang membangun terminal baru yang terhubung langsung dari parkiran ke area penumpang. Jadi tidak sembarangan orang bisa langsung ke dermaga,” ujarnya, Rabu (9/7/2025).

Baca Juga :  Sering Disalahpahami, Ini Penjelasan 99 Kategori Pekerjaan di KTP

Menurutnya, keberadaan terminal baru nantinya juga akan mengatur zonasi secara lebih tegas, termasuk memisahkan antara pelabuhan penumpang dan pelabuhan barang yang saat ini masih bercampur. Idealnya, kedua hal ini harus dipisah agar lebih teratur dan pelayanan dapat berjalan lebih maksimal.

Namun di tengah upaya penataan, pihaknya menyayangkan masih adanya pedagang yang membandel. Meski sudah dipindahkan ke koridor pelabuhan, sebagian pedagang tetap nekat kembali berjualan di area dermaga.

Baca Juga :  Satlantas Polres Tarakan Tilang 30 Kendaraan, Sasar Knalpot Brong dan Balap Liar

“Pagi mereka ambil barang di koridor, sorenya kembali lagi ke dermaga. Padahal sudah sering kami tegur. Bahkan tadi pagi pun kami lakukan peneguran lagi,” ungkapnya.

Ia menegaskan, aktivitas berdagang di area dermaga melanggar ketentuan yang telah disepakati, meski saat ini belum diatur dalam Perda maupun surat edaran resmi.

“Belum ada Perda khusus soal pelarangan, tapi kami jalankan berdasarkan kebijakan penataan pelabuhan. Tujuannya agar tidak mengganggu aktivitas penumpang dan operasional pelabuhan,” terangnya.

Di sisi lain, ia juga mengakui bahwa sejumlah fasilitas dasar pelabuhan masih belum optimal. Salah satunya adalah keberadaan toilet khusus VIP, yang dianggap perlu untuk menunjang pelayanan tamu dari luar daerah.

Baca Juga :  Dinkes Tarakan Tingkatkan Kewaspadaan Virus Nipah

“Toilet umum memang tersedia, tapi untuk tamu VIP, apalagi yang dari pusat, idealnya ada toilet yang representatif. Itu juga sudah kami masukkan dalam catatan kebutuhan,” jelasnya.

Pihaknya berharap agar proyek pembangunan terminal bisa dilakukan secara multi-years agar tidak terlalu membebani pengelolaan operasional selama proses konstruksi berlangsung.

“Waktu bangun parkiran saja kami setengah mati ngatur alur masuk kendaraan. Kalau terminal dibangun bertahap, akan lebih rumit lagi. Harapannya bisa langsung tuntas,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *