benuanta.co.id, TARAKAN – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 di Kota Tarakan terus berjalan. Sekolah favorit seperti SDN 005 dan SMPN 1 Tarakan diserbu masyarakat untuk mendaftarkan anaknya.
Kepala Sekolah SDN 005 Tarakan, Prayudi Ariessanto mengatakan pihaknya telah menerima lebih dari setengah jumlah siswa dari kuota yang tersedia.
“Kuota kita 84 siswa untuk 3 rombel, masing-masing 28 siswa. Saat ini sudah masuk sekitar 40-an. Jalur afirmasi dan perpindahan sudah full, masing-masing 21 dan 4 siswa. Sisanya kami buka melalui jalur domisili,” jelas Prayudi kepada benuanta.co.id, Rabu (9/7/2025).
Ia menyebutkan peminat SDN 005 selalu tinggi setiap tahun. Jika kuota sudah penuh, maka calon siswa akan diarahkan ke sekolah terdekat.
“Biasanya kalau sudah penuh, kami arahkan ke SDN 021. Bahkan di tahun sebelumnya, ia mengarahkan sekitar 21 siswa karena kuota di SDN 005 sudah tidak bisa menampung.
Selain itu, SDN 005 juga membuka kesempatan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), seperti penyandang Down Syndrome dan autisme. Menurutnya, pembelajaran tetap diberikan secara berbeda sesuai kemampuan anak.
“Yang kami tekankan bukan pada literasi atau numerasi, tapi bagaimana mereka bisa bersosialisasi. Kami juga punya satu guru yang sudah ikut pelatihan khusus ABK di Jakarta,” terangnya.
Prayudi menegaskan pihaknya tidak melakukan seleksi berdasarkan status sosial ekonomi. Warga dari Kelurahan Kampung Satu Skip menjadi prioritas karena SDN 005 berada di wilayah tersebut.
Tak hanya itu, tingginya minat juga dipengaruhi oleh akreditasi A yang baru saja diraih SDN 005. “Alhamdulillah tahun ini kita dapat akreditasi A. Mungkin ini juga yang jadi daya tarik warga untuk menyekolahkan anaknya di sini,” tambahnya.
Di jenjang SMP, Ketua SPMB SMPN 1 Tarakan, Meliana, menyampaikan, pendaftaran siswa baru juga mengalami lonjakan sejak hari pertama.
“Sampai saat ini total ada 344 siswa diterima, terdiri dari jalur domisili 192, prestasi 86, afirmasi 67, dan mutasi 17 siswa,” jelas Meliana.
Ia menyebutkan jalur domisili adalah yang paling banyak diminati, mengingat SMPN 1 mencakup lima kelurahan yakni Sebengkok, Pamusian, Kampung Satu, Kampung Dua dan Karang Anyar.
“Memang jalur afirmasi tahun ini tidak terpenuhi seluruhnya, sehingga kelebihannya kami alihkan ke jalur domisili. Ada penambahan kuota 20 siswa di situ,” katanya.
Meski ramai, proses berjalan lancar tanpa kendala berarti. Hanya saja, sebagian orang tua masih belum memahami teknis pengurusan dokumen seperti kartu keluarga (KK) dan domisili terbaru.
“Kadang ada yang ganti KK karena menikah atau meninggal anggota keluarga, tapi belum cukup satu tahun. Itu tidak bisa. Tapi kalau bisa lampirkan KK lama dan keterangan dari RT atau kelurahan, masih bisa kami bantu,” jelas Meliana.
Ia berharap masyarakat bisa lebih memahami petunjuk teknis (juknis) yang telah dipasang di sekolah maupun disosialisasikan melalui media sosial.
“Kadang orang tua emosional, tapi setelah dijelaskan sesuai juknis, mereka bisa menerima. Intinya kita ingin semua berjalan adil dan transparan,” tutupnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli







