benuanta.co.id, TARAKAN – Aksi pencurian yang terekam kamera CCTV di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 005 Tarakan pada Senin, 7 Juli 2025 dilakukan dengan rapi oleh pelaku. Fasilitas berupa pintu dan jendela nyaris tak mengalami kerusakan yang parah, padahal ruangan tersebut dalam kondisi terkunci sebelumnya.
Pihak SDN 005 Tarakan harus kehilangan sejumlah barang berharga dan uang tunai dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp15 juta.
Saat dikonfirmasi benuanta.co.id, Bendahara SDN 005 Tarakan, Firman, yang juga menjadi korban kehilangan mengatakan kejadian ini baru disadari saat ia mencari tablet miliknya untuk keperluan pengurusan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). “Saya cari tablet, buka laci, ternyata kosong. Saya tanya ke rumah juga tidak ada. Akhirnya saya cek CCTV sekolah dan melihat rekaman mencurigakan. Awalnya saya kira itu pocong, karena tampak putih, ternyata itu pencuri,” jelasnya., Selasa (8/7/2025).
Berdasarkan rekaman CCTV, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 02.20 WITA. pelaku pertama kali menyasar ruang koperasi sekolah. Pintu koperasi dicongkel paksa sebelum ia masuk dan berada di dalam ruangan itu selama kurang lebih 20 menit. Setelahnya, pelaku menuju ke ruang guru dan langsung membuka beberapa laci. Uang dan barang pribadi turut raib, termasuk tablet milik Firman.
“Kalau dilihat dari rekaman CCTV, pelaku masuk lewat sisi samping sekolah. Awalnya kami pikir dia dari belakang, tapi kelihatannya dia mutar dulu sebelum masuk. Setelah itu (masuk ruang koperasi) dia lanjut ke ruang guru dan obrak-abrik semua meja dan laci,” ungkapnya.
Firman menjelaskan, pelaku beroperasi dengan tenang dan tampak memahami situasi sekolah. Ia diduga telah menyiapkan semua peralatannya, termasuk sangkur yang diduga digunakan untuk mencongkel pintu ruangan. “Waktu dia keluar dari ruang guru sekitar pukul 03.30 WITA, dia kembali lagi ke koperasi dan berada di sana sekitar 10 menit sebelum akhirnya keluar dari lingkungan sekolah pukul 04.10,” terangnya.
Firman menambahkan, dari dua ruangan yang dibobol, kerugian utama berasal dari uang tunai di koperasi dan sejumlah uang serta barang milik guru di ruang guru. Sementara fasilitas yang rusak hanya sebatas pintu koperasi dan ruang guru yang dicongkel. “Di koperasi ada uang kas yang hilang. Di ruang guru ada uang teman-teman dan juga tablet saya. Kalau ditotal sekitar 15 juta,” paparnya.
Terkait pengamanan sekolah, Firman mengakui saat ini tidak ada penjaga malam. “Dulu ada, tapi sudah pensiun. Sekarang kami hanya mengandalkan CCTV karena keterbatasan anggaran. Hampir semua sekolah juga seperti ini,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan, pihak sekolah belum melapor resmi ke polisi karena masih fokus menyelesaikan tahapan SPMB. “Kami mendukung proses hukum, rencana lapor memang ada, kepala sekolah juga sudah komunikasi, tapi secara resmi belum kami buat laporan karena kesibukan,” tuturnya.
Ciri-ciri pelaku juga sempat tertangkap kamera. Ia bertubuh tinggi, agak kurus, sedikit bungkuk, mengenakan pakaian gelap seperti model ninja, memakai penutup wajah dari kaos dan hanya mengenakan sandal. Firman juga menjelaskan, aksi pelaku dilakukan secara teroganisir. “Dia seperti tahu benar apa yang harus dilakukan, bahkan setiap gagang meja yang dia sentuh sempat dia lap pakai tisu. Mungkin biar sidik jarinya hilang,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







