benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara optimis rencana investasi dari Korea Selatan dapat merestorasi ekonomi sektor perikanan di Kaltara.
Diketahui, Asia Myko Global berencana menanamkan modal senilai 120 juta USD atau setara dengan Rp 1,8 Triliun di Kaltara. Investasi itu digadang-gadang akan menggerakan bahan mentah rumput laut dalam jumlah besar. Sehingga berpotensi membuka jalan bagi produk perikanan Kaltara untuk berkembang.
“Intinya investasi ini nanti akan mengelola bahan rumput laut menjadi bahan atau produk jadi. Sehingga Kaltara juga dapat memiliki pengolahan bahan mentah menjadi bahan jadi di daerah,” kata Kepala DPMPTSP Kaltara, Ferry Ferdinand Bohoh pada Senin, 7 Juli 2025.
Ferry sapaannya, menjelaskan, jika nantinya investasi ini dibuka maka para petani rumput laut di Kaltara tidak lagi menjual rumput lautnya di luar daerah, karena sudah memiliki pembeli tetap yakni Asia Myko Global. Dengan tersedianya pemasok lokal ini, maka harga rumput laut dapat lebih distabilkan.
“Selain menghemat biaya operasional pengiriman rumput laut, petani juga tidak perlu lagi menjual melalui pihak kedua atau ketiga. Tapi bisa menjualnya secara langsung ke pihak pertama. Sehingga petani rumput laut di Kaltara juga bisa mendapatkan harga yang pantas dan penjualan yang cepat karena memiliki pemasoknya langsung,” terangnya.
Selain itu juga, menurut Ferry dengan adanya investasi dari pihak Asia Myko Global ini, nantinya juga dapat membuka ribuan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Kaltara.
“Kita harapkan progresnya demikian, karena setiap investor juga kita tekankan untuk lebih memberdayakan SDM kita untuk serapan tenaga kerja. Makanya kita optimis kalau investasi ini akan berdampak baik bagi sektor ekonomi dan perikanan Kaltara,” pungkasnya. (*)
Reporter: Osarade
Editor: Endah Agustina







