benuanta.co.id, TARAKAN – Sejumlah benda terlarang masih ditemui petugas gabungan di dalam blok hunian Lapas Kelas IIA Tarakan. Benda terlarang tersebut ditemukan petugas saat melakukan razia kamar hunian pada Senin, 24 Maret 2025, malam.
Razia tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Tarakan, Jupri, yang terlebih dahulu memberikan pengarahan kepada para WBP. Ia mengatakan, razia ini dilakukan sebagai bagian dari langkah pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) serta mendukung program kerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).
“Razia ini kami lakukan demi menjaga situasi yang kodusif jelang hari raya Idulfitri,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Jupri menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari Program 100 Hari Kerja Kemenimipas serta 13 Program Akselerasi yang dicanangkan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), Agus Andrianto.
“Kami berkomitmen untuk memberantas peredaran narkoba serta praktik penipuan di dalam Lapas dan Rutan,” tegasnya.
Puluhan personel yang tergabung dalam Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satopspatnal) dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh di kamar hunian para WBP. Setiap sudut ruangan diperiksa secara cermat guna memastikan tidak ada barang terlarang yang dapat mengganggu keamanan Lapas.
“Kami tidak ingin ada celah bagi barang-barang terlarang masuk ke dalam lingkungan Lapas,” ujarnya.
Dari penggeledahan tersebut, petugas berhasil mengamankan satu unit handphone, cermin kaca, gunting, senjata tajam (sajam) rakitan, serta terminal listrik. Meski demikian, tidak ditemukan indikasi peredaran narkotika atau obat-obatan terlarang lainnya.
“Alhamdulillah, tidak ada narkoba yang ditemukan dalam razia kali ini,” ungkapnya.
Jupri juga menegaskan, razia ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Lapas Tarakan yang bersih dari handphone, pungutan liar, dan narkoba (Halinar). Mengingat saat ini sedang dalam bulan Ramadan, ia menilai peningkatan kewaspadaan menjadi hal yang sangat penting.
“Kami ingin memastikan situasi tetap kondusif, terutama di bulan penuh berkah ini,” terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Jupri menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang terlibat dalam pelaksanaan razia. Menurutnya, keberhasilan menjaga ketertiban di dalam Lapas merupakan tanggung jawab bersama.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran, khususnya Tim Satopspatnal, yang terus bekerja keras dalam menjaga keamanan,” imbuhnya.
Ia berharap razia yang dilakukan secara rutin ini dapat menjadi bentuk komitmen dalam meningkatkan pengawasan di Lapas Tarakan. Selain itu, ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung upaya pemberantasan peredaran barang terlarang di lingkungan pemasyarakatan.
“Kita semua harus berperan aktif dalam menciptakan lingkungan Lapas yang aman dan tertib,” tegasnya.
Dengan adanya razia yang semakin diperketat, Lapas Tarakan berupaya memastikan keamanan tetap terjaga menjelang Idulfitri. Jupri menegaskan bahwa langkah-langkah pencegahan akan terus dilakukan demi menciptakan suasana yang kondusif bagi seluruh warga binaan.
“Kami ingin Idulfitri tahun ini dapat berjalan dengan aman dan damai di dalam Lapas,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina