benuanta.co.id, NUNUKAN – Para pedagang sayur di Pasar Rakyat Liem Hie Djung, Kabupaten Nunukan, kecewa atas kebijakan penutupan pintu belakang pasar yang selama ini menjadi tempat para pedagang menjajakan dagangannya.
Penutupan tersebut dilakukan dengan alasan untuk mendorong pedagang agar berjualan di dalam gedung pasar dan mengisi lapak-lapak yang ada.
Namun, berdasarkan pantauan Benuanta.co.id, masih ada pedagang yang berjualan di depan pintu masuk pasar, meski pintu belakang telah ditutup.
Irma, salah satu pedagang sayur di pasar tersebut mengatakan kebijakan ini tidak adil, karena tempat berjualan yang semula terbuka lebar kini tertutup dan menyebabkan sepinya pembeli.
“Sejak pasar dibuka, saya biasa berjualan di samping pintu belakang yang sebelumnya terbuka lebar, tapi sekarang pintu itu ditutup. Akibatnya, jualan saya sepi pembeli. Saya bahkan terpaksa menjual sayuran dengan harga lebih murah agar bisa terjual,” kata Irma, Selasa (25/3/2025).
Irma menambahkan, kondisi tersebut membuatnya mengalami kerugian besar, bahkan harus berhutang untuk menutupi biaya operasional.
“Saya berharap pihak pasar bisa mempertimbangkan kembali kebijakan ini, karena saya sudah sangat kesulitan. Sebelumnya saya bisa mendapatkan banyak pembeli, tapi sekarang malah sepi,” tuturnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Yogi Wibawa