Harga Bapok Naik, UMKM Menjerit

benuanta.co.id, TARAKAN – Pelaku Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM) merasakan dampak naiknya sejumlah harga bahan pokok (bapok). Apalagi, bertepatan dengan momen Ramadan, banyak dari mereka yang tak dapat meraup omzet dari produknya.

Salah satu pelaku UMKM di kawasan Gitajalatama, Yanti berjualan minuman segar. Ia mengungkapkan, omzetnya tidak selalu meningkat selama Ramadan.

“Kadang naik, kadang turun, karena banyak yang jualan produk yang sama. Apalagi di Gitajalatama ini, jarang orang masuk ke dalam,” ujarnya, Ahad (9/3/2025).

Ia mengakui harga bahan baku dari minuman yang ia jual yakni cappuccino cincau turut mengalami kenaikan harga. Meski begitu, ia memilih untuk tidak menaikkan harga jualnya.

Baca Juga :  Pria Tanpa Identitas Ditemukan Meninggal di Depan Ruko Slamet Riyadi

Selain itu, menurutnya juga banyak pelaku usaha lainnya yang menjajakan minuman serupa.

“Saya tetap kasih harga yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Rp 5.000 per cup. Kalau dinaikkan, nanti gak ada yang beli,” katanya.

“Jelas banyak banget persaingan, apalagi yang jual es ini di mana-mana,” tambahnya.

Meski begitu, ia tetap bersyukur karena adanya festival UMKM di Gitajalatama yang membantu penjualannya.

Baca Juga :  Gempa M 3,0 Guncang Selatan Tarakan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

“Harapannya, festival seperti ini terus berlanjut,” tuturnya.

Kondisi berbeda dialami oleh Rahma, seorang pedagang es di Karang Anyar mengaku mengalami kesulitan menarik pembeli karena harga jualnya lebih tinggi dibandingkan pedagang lain.

“Saya patok harga Rp 7.000 per cup, tapi peminatnya kurang. Mungkin karena di tempat lain banyak yang jual lebih murah,” ungkapnya.

Menurutnya, kenaikan harga bahan pokok sangat berpengaruh terhadap keuntungan.

“Kalau ikut-ikutan jual murah, nanti malah gak balik modal,” katanya.

Selain sektor minuman, pedagang makanan juga menghadapi tantangan serupa. Salah satu pedagang gorengan di kawasan Lingkas ujung, Wati, mengaku tetap mempertahankan harga lama meskipun harga minyak dan tepung naik.

Baca Juga :  Satradar Tarakan Titik Pantau Hilal Ramadan 1447 H

“Saya gak bisa naikkan harga karena takut pelanggan lari. Akhirnya untungnya tipis,” ujarnya.

Para pelaku UMKM di Tarakan berharap agar harga bahan pokok kembali stabil setelah Ramadan.

“Semoga ekonomi membaik dan harga bahan baku turun, supaya kami bisa tetap bertahan dan usaha terus berkembang,” harap Ibu Wati. (*)

Reporter: Nurul Auliyah

Editor: Endah Agustina 

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *