Penutupan Jembatan Penyebrangan Bawa Cuan untuk Penambang

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pengerjaan Jembatan Bulu Perindu Tanjung Selor, hingga insiden ditabraknya jembatan penghubung Tanjung Selor-Tanjung Palas, ternyata membawa berkah tersendiri bagi para motoris perahu tambangan.

Pasalnya, sejak kedua jembatan penghubung itu sulit diakses oleh masyarakat, penggunaan jasa perahu tambangan menjadi salah satu solusi utama masyarakat untuk menyeberangi Sungai Kayan.

Akibat besarnya antusias masyarakat untuk menggunakan jasa penyeberangan perahu tambangan. Para motoris perahu tambangan seakan mendapatkan berkah dan cuan hingga jutaan rupiah perharinya.

“Memang pemasukannya juga tidak menentu tergantung dari banyaknya penumpag. Tapi dalam beberapa hari ini, kita bisa mendapatkan Rp 1,5 juta hingga Rp. 2 juta perhari,” kata Siman salah satu motoris perahu tambangan Sungai Kayan pada Selasa, 4 Maret 2025.

Baca Juga :  Arus Balik Jadi Perhatian Utama Polresta Bulungan

Siman sendiri menjelaskan kondisi seperti ini terjadi sejak adanya perbaikan Jembatan Bulu Perindu, dan Laka Kapal Tungboat yang menabrak Jembatan Penghubung Tanjung Selor-Tanjung Palas.

Dalam sehari-semalam beroperasi, Siman mengaku bisa mengangkut ratusan kendaraan termasuk penumpang yang non-kendaraan.

“150 hingga 200 motor bisa kita dapatkan dari pukul 06.00 Wita hingga tengah malam pukul 01.00 Wita, jadi pendapatan itu kita dapat dari pagi hingga tengah malam,” lanjutnya lagi.

“Untuk tarifnya sendiri penumpang dengan bawaan motor kita tarif Rp10 ribu dan untuk penumpang tanpa motor hanya Rp5 ribu persekali menyeberang Sungai Kayan,” bebernya.

Baca Juga :  Puluhan Armada Speedboat Siap Layani Arus Balik Lebaran dari Tanjung Selor

Meski berat mengatakannya tapi Siman sendiri mengaku bersyukur karena berkat hal ini dirinya dapat memenuhi kebutuhan bulan Ramadhan keluarga dan mempersiapkan kebutuhan hari Raya Lebaran 2025.

“Kurang etis juga sebenarnya karena serasa untung diatas musibah. Tapi mungkin ini juga rejeki kita dari yang maha kuasa karena jasa kami yang sebelumnya sempat sepi,” terangnya.

Sementara itu pengguna jasa perahu tambangan, Ade mengaku sangat terbantu dengan adanya jasa perahu tambangan.  Selain dianggap lebih efisian menggunakan perahu tambangan juga dapat mempercepat waktu lintas penyeberangan Sungai Kayan.

Baca Juga :  Ditinggal Keluar, Api Hanguskan Tiga Rumah di Tanjung Palas  

“Saat inikan akses jembatan bulu perindu ditutup dan mau lewat jembatan utama juga takut karena habis ditabrak kapal, selain itu jaraknya juga jauh jika dipaksakan lewat darat. Jadi solusinya ialah menggunaka perahu penyeberangan dan saya akui, jasa ini sangat membantu masyarakat khususnya yang kerja di Tanjung Selor,” pungkasnya. (*)

Reporter : Osarade

Editor: Nicky Saputra 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *