benuanta.co.id, TARAKAN – Kapolda Kaltara, Irjen Pol Hary Sudwijanto, melalui Kabid Humas Polda Kaltara Kombes Pol Budi Rachmat membenarkan bahwa insiden yang terjadi pada Senin, 24 Februari 2025 malam melibatkan oknum TNI Polri.
“Kita belum dapat berbicara banyak karena informasinya yang masih simpang siur. Sehingga kita juga sangat berhati-hati dalam hal ini. Tapi untuk insiden itu memang melibatkan anggota TNI dan anggota Polri,” kata Budi pada Selasa 25 Februari 2025.
Ia membeberkan saat ini Kapolda Kaltara sudah berada di Kota Tarakan untuk memantau langsung situasi terkait insiden itu. Budi menegaskan, persoalan ini akan diselesaikan secepat mungkin.
“Yang terdampak dari insiden ini tentunya adalah masyarakat Kota Tarakan, sehingga Kapolda bertindak cepat untuk menyelesaikan hal ini dan diharapkan baik anggota Polres Tarakan dan Yonif 613 Raja Alam Tarakan, bisa melerai insiden ini,” bebernya.
Perwira melati tiga itu berpesan agar seluruh anggota TNI dan Polri yang ada di Kota Tarakan tidak ikut terprovokasi dengan insiden yang melibatkan anggota masing-masing kedua belah pihak.
Ia juga memastikan akan memberikan sanksi berat terkait oknum APH yang terlibat insiden dan yang ikut terprovokasi.
“Tentu hal ini akan diselesaikan sesuai dengan hukum kita. Apalagi kejadian ini sudah masuk ranah pidana dan kemungkinan besar akan diselesaikan melalui sidang kedinasan,” tegasnya.
“Untuk APH yang lain saya harap jangan terprovokasi jika tidak ingin dikenakan sanksi kedinasan, semua APH harus ikut menjaga situasi agar tetap kondusif,” pungkasnya. (*)
Reporter: Osarade
Editor: Endah Agustina







