benuanta.co.id, TARAKAN – Sejumlah masyarakat Indonesia khususnya mahasiswa saat ini tengah melakukan protes kepada pemerintah dengan hastag #indonesiagelap.
Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is mengatakan hastag tersebut di konsumsi tanpa berita atau informasi yang valid.
“Gimik yang dikeluarkan menuai yang direspons pada faktanya tidak sebesar itu,” ujarnya, Senin (24/2/2025).
Ia menjelaskan harusnya efesiensi disukai oleh rakyat karena menurutnya tidak ada masyarakat yang suka boros.
“Efisiensi artinya berhemat, tidak ada orang suka boros. Aneh aja kalau orang mau protes efisiensi, jadi kadang-kandang itu karena kita tidak memahami substansinya, jadi semua dilakukan untuk mensejahterakan rakyat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan yang mengalami efisiensi bukan semua sektor pelayanan publik. Dikatakan Ibnu, yang merasakan adalah birokrat bukan masyarakat.
Program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tidak dilakukan efisiensi begitu pula dengan program strategis substansial. Ia mengingatkan masyarakat harus mulai beradaptasi dengan tradisi baru.
Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi program utama karena pada saat kampanye terbuka presiden menyampaikan hal tersebut. Oleh karena itu, hal ini harus dilaksanakan.
“Kita butuh kesabaran dan melihat jernih dan menggunakan hati. komitmen menjalankan Efisiensi Anggaran dan MBG sangat yakin,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli







