benuanta.co.id, TARAKAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Tarakan kembali melakukan pemeliharaan rutin terhadap Penerangan Jalan Umum (PJU) di sejumlah titik. Perbaikan ini bertujuan untuk memastikan lampu jalan tetap berfungsi dengan baik demi kenyamanan dan keamanan masyarakat, terutama di malam hari.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Tarakan, Sukarman mengatakan, pemeliharaan PJU diprioritaskan di beberapa ruas jalan utama di pusat kota.
Peremajaan menjadi agenda prioritas Dishub Tarakan, mengingat masih ada beberapa unit yang mengalami gangguan, seperti balon lampu yang mati atau sistem kelistrikan yang terganggu.
“Titiknya ada di Jalan Yos Sudarso, Jalan Gajah Mada, Jalan Mulawarman, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Hasanuddin. Hari ini kami melakukan pengecekan dan perbaikan beberapa PJU yang dilaporkan masyarakat mengalami kerusakan. Kami berharap warga terus berperan aktif dengan melaporkan jika ada lampu jalan yang mati atau bermasalah,” ungkapnya, Senin, 24 Februari 2025.
Sukarman menambahkan, saat ini terdapat sekitar 6.000 unit PJU yang sudah terpasang di berbagai sudut kota. Namun, pemeliharaan rutin tetap diperlukan agar lampu-lampu tersebut bisa terus berfungsi secara optimal.
Dalam peremajaan tersebut, beberapa kabel jaringan dan aksesoris PJU yang sudah berusia lama, seperti Miniature Circuit Breaker (MCB) dan Meter KWh (MKWH) turut diganti. Sukarman menekankan bahwa peremajaan ini penting untuk menjaga keandalan sistem penerangan jalan.
“Tiap jaringan PJU harus diperiksa dan diperbarui jika sudah terlalu lama. Ini untuk menghindari gangguan listrik dan memastikan lampu bisa menyala dengan baik,” jelasnya.
Untuk persoalan PJU di Tarakan anggaran yang dikeluarkan tidak sedikit. Tahun lalu, DPRD Tarakan mengalokasikan dana sebesar Rp 11 miliar untuk pengadaan dan pemeliharaan PJU.
Namun, setelah dilakukan negosiasi dengan kontraktor pemenang tender, Dishub berhasil menghemat lebih dari Rp 3 miliar.
“Harga di e-Katalog memang sudah ditetapkan, tapi kami tetap bisa menekan biaya melalui negosiasi. Hasilnya, anggaran yang awalnya lebih dari Rp11 miliar bisa dihemat hingga kurang dari Rp10 miliar,” tuturnya.
Selain peremajaan, anggaran miliaran itu juga digunakan untuk memperluas pemasangan PJU ke daerah pesisir seperti Juata dan Amal, serta daerah rawa seperti Gunung Selatan. Selain itu, wilayah-wilayah wisata di Tarakan juga menjadi perhatian khusus agar penerangan di tempat-tempat tersebut lebih optimal.
“Kawasan pesisir seperti Juata dan Amal menjadi target utama kami untuk pemasangan tambahan PJU. Selain itu, daerah rawan seperti Gunung Selatan juga jadi perhatian. Serta tempat-tempat wisata juga harus lebih diperhatikan agar lebih nyaman bagi pengunjung,” bebernya.
Sukarman menyampaikan, dengan adanya pemeliharaan berkala, peremajaan jaringan, serta rencana penambahan PJU di beberapa titik, Dishub berharap kualitas penerangan jalan di Tarakan semakin baik, mendukung aktivitas masyarakat, dan mengurangi potensi kecelakaan serta tindak kriminal di malam hari.
“Kami juga berharap kerja sama dari masyarakat untuk menjaga fasilitas ini, demi kenyamanan dan kemudahan bersama,” tandasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







