benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Maraknya uang palsu yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia memicu kekhawatiran masyarakat. Meski begitu, Kepala Cabang Bankaltimtara Tideng Pale, Ilham Akbar menerangkan, saat ini untuk Kabupaten Tana Tidung masih aman dari peredaran uang palsu.
Namun, ia meminta agar masyarakat tetap waspada, terutama mengingat peredaran uang palsu telah terdeteksi di daerah lain di Kaltara yakni Kota Tarakan.
“Sampai sekarang, kita masih terfilter dengan baik, jadi belum ada temuan uang palsu di Tana Tidung,” kata Ilham, Ahad (23/2/2025).
Masyarakat pun diimbau untuk lebih teliti dalam memeriksa uang yang diterima, karena jika diperhatikan dengan cermat, uang palsu masih bisa dibedakan dari uang asli.
Adapun upaya yang dilakukan untuk mencegah uang palsu ini beredar, Bankaltimtara terus mendorong pemerintah daerah dan masyarakat agar beralih ke transaksi non-tunai, seperti menggunakan QRIS, mobile banking, dan metode digital lainnya.
“Transaksi non-tunai adalah solusi terbaik untuk menghindari peredaran uang palsu sekaligus mengurangi perselisihan dalam transaksi,” terangnya.
Sementara itu penggunaan QRIS di Tana Tidung sudah cukup tinggi yakni sekitar 90 persen dari total 10.000 nasabah Bankaltimtara.
“Banyak pedagang, termasuk UMKM di Tana Tidung, yang kini telah menggunakan QRIS, termasuk mereka yang berjualan di RTH H. Joesoef Abdullah. Harapannya dengan meningkatnya transaksi digital dan kesadaran masyarakat akan keaslian uang, diharapkan peredaran uang palsu di Tana Tidung dapat dicegah secara efektif,” pungkasnya. (*)
Reporter: Kurniawin
Editor: Yogi Wibawa







