benuanta.co.id, TARAKAN – Sumbang 63,85 triliun rupiah pada perekonomian nasional, industri fesyen memiliki peran penting dalam perekonomian di Kalimantan Utara (Kaltara).
Hal ini diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara (KPwBI Kaltara), Hasiando G. Manik. Ia menuturkan industri fesyen memiliki peran dalam perekonomian nasional, yang saat ini menjadi subsektor terbesar kedua setelah industri kuliner.
“Industri fesyen memberikan nilai tambah sebesar 63,85 triliun rupiah pada perekonomian nasional. Hal ini memperlihatkan peran penting industri fesyen dalam perekonomian nasional, termasuk Provinsi Kalimantan Utara,” ujarnya, Rabu (12/2/2025).
Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas desain, pemahaman pasar, promosi, dan penetapan harga yang kompetitif sebagai kunci keberhasilan pengembangan Batik dan Tenun Kaltara
“Bank Indonesia Kaltara mendukung kebijakan Pemprov Kaltara dalam menggalakkan penggunaan Batik dan Tenun Kaltara di berbagai kegiatan, baik oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun instansi lainnya,” ungkapnya.
Sejauh ini, BI Kaltara terus bersinergi dengan Pemprov Kaltara, Pemerintah Kabupaten dan Kota dalam meningkatkan kualitas wastra Kaltara melalui pelatihan kepada perajin wastra terkait penguatan motif lokal dan penguatan teknik pewarnaan kain alami.
Pelatihan itu memunculkan karya-karya wastra kaltara yang luar biasa dengan motif khas Kaltara yang berfilosofis serta pewarnaan alami menggunakan bahan-bahan alam.
“Kami berharap sinergi pengembangan wastra dan industri fesyen kaltara ini dapat meningkatkan daya saing, mengakselerasi sektor ekonomi Kaltara serta mendukung penyerapan tenaga kerja,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli







