benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan memperingatkan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dapat terjadi secara tidak merata dalam beberapa hari ke depan.
Selain itu, angin kencang juga berpotensi menyebabkan pohon tumbang serta gangguan infrastruktur.
“Kondisi cuaca di Tarakan didominasi berawan dan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada hari ini, serta berlanjut pada hari keempat dan kelima,” ujar Forecaster BMKG Tarakan, Ida Bagus Gede Yamuna, Sabtu (22/2/2025).
Ia menyebut, esok hingga beberapa hari ke depan cuaca diprediksi cerah berawan. Namun tetap ada prediksi potensi hujan lokal.
BMKG mengungkapkan, faktor global, regional, dan lokal dapat memengaruhi kondisi cuaca di Tarakan.
Faktor global mencakup indeks MJO (Madden-Julian Oscillation) dan gelombang atmosfer. Sedangkan faktor regional terkait dengan pola angin dan anomali suhu muka laut.
Sementara itu, faktor lokal dipengaruhi oleh indeks stabilitas atmosfer yang menentukan pembentukan awan hujan. Wilayah Tarakan sendiri memiliki karakteristik cuaca yang khas, dengan pola hujan terjadi pada pagi-siang hari maupun malam-dini hari.
“Jika angin baratan bertiup dari daratan Kalimantan ke perairan, maka hujan lebih sering terjadi malam hingga dini hari. Sebaliknya, angin timuran yang bergerak dari perairan ke daratan menyebabkan hujan lokal di pagi atau siang hari,” jelasnya.
Bagus menerangkan, kondisi atmosfer yang labil di atas perairan Kaltara menyebabkan pertumbuhan awan hujan tinggi, yang diperparah dengan dorongan angin Timur ke Barat. Akibatnya, hujan berpotensi turun hampir sepanjang hari di Tarakan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap angin kencang serta potensi bencana susulan, seperti banjir dan longsor,” lanjutnya.
Pihaknya terus meningkatkan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memantau cuaca ekstrem dan memberikan peringatan dini secepat mungkin.
BMKG juga memiliki grup WhatsApp sebagai media koordinasi dengan BPBD. Melalui grup ini, BMKG dapat memberikan informasi mengenai cuaca ekstrem, sementara BPBD melaporkan kejadian bencana untuk dianalisis lebih lanjut.
Selain itu, BMKG dilengkapi dengan display pemantauan yang menampilkan informasi gempa bumi secara real time serta prakiraan cuaca terkini.
Saat ini, potensi bencana seperti banjir dan tanah longsor diprediksi berada pada level menengah.
Bagus mengakui dalam memberikan informasi prakiraan cuaca, adanya tantangan dalam pertukaran informasi, terutama terkait stabilitas jaringan internet.
“Ketika jaringan internet mengalami gangguan, proses penyampaian informasi kepada BPBD dan masyarakat bisa terhambat,” tandasnya. (*)
Reporter: Charles J
Editor: Endah Agustina







