Tak Dapat Ikuti SNBP, 22 Siswa-siswi MBS Terdampak Akibat Kelalaian Sekolah

benuanta.co.id, TARAKAN – Pihak Muhammadiyah Boarding School (MBS) memberikan keterangan atas insiden puluhan siswa-siswi yang tidak dapat mendaftar ke perguruan tinggi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Kasus ini karena sekolah terlambat mendaftarkan data siswa ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Atas kejadian tersebut, terdapat 22 siswa-siswi yang terdampak akibat kelalaian yang dilakukan oleh pihak sekolah.

Kepala Sekolah MBS Tarakan, Amran telah membenarkan informasi tersebut. Ia menjelaskan sejak Oktober 2024, pihaknya telah mempersiapkan pengisian PDSS. Berdasarkan pengumuman dari pusat, sekolah diberikan waktu untuk mengisi PDSS mulai 6 hingga 31 Januari 2025.

Baca Juga :  FPI Tarakan Dukung Kamtibmas Selama Ramadan, Akan Patroli Keliling

Namun dalam pengisian PDSS, pegawai kurikulum sekolah yang memiliki tugas mengumpulkan nilai siswa mendadak berhenti. Di sisi lain, salah satu guru juga berhenti karena mengikuti persiapan tes CPNS.

Oleh karena itu, pihak sekolah meminta guru lain untuk mengurusi pengisian PDSS akan tetapi ia menilai guru tersebut belum siap untuk mengambil alih pengisian PDSS.

Pada Januari 2025 akhirnya sekolah berhasil mendapat pegawai baru yang siap melanjutkan pekerjaan tersebut. Namun sekolah terlambat untuk menyelesaikan pengisian PDSS.

“Karena memang isinya cukup rumit dan karena nilai yang disiapkan itu formatnya belum sesuai dengan nilai yang harus diupload dalam PDSS,” ujarnya, Kamis (6/2/2025).

Baca Juga :  Tarawih Perdana Muhammadiyah Padati Masjid Al-Amin Tarakan

Ia menjelaskan, secara umum pengisian PDSS ada empat tahap. Dari seluruh tahap, tiga tahap pertama sudah diselesaikan sekolah. Namun satu tahap terakhir belum selesai yakni upload nilai siswa. Atas kejadian tersebut, pihaknya langsung menemui siswa-siswi kelas 12 untuk memberikan penjelasan sekaligus meminta maaf.

“Tapi kami tidak ada unsur kesengajaan dan memang kami tidak bisa menyalahkan kurikulum memang kurilkulum baru dan memang pelajari dari awal benar benar dari awal dan tugas kurikulm di awal Januari memang sangat padat dan saya pun ikut menghandle dalam kegiatan itu,” jelasnya.

Baca Juga :  Jelang Imlek, Polisi Cek Kesiapan Pengamanan di Tempat Ibadah

Ia mengatakan perpanjangan dilakukan dua kali namun hanya untuk finalisasi saja bukan untuk mengupload nilai.

“Tapi dalam judul persnya itu perpanjangan pengisian PDSS, tapi dalam surat poinnya itu hanya klik finalisasi. Artinya berbeda kan harapan kami ada pada judul tapi isinya berbeda dengan judul sehingga sama saja,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, pihak MBS telah bersurat ke pusat mengirim file nilai siswa agar dapat difinalisasi. “Secara umum kita merasa lalai tapi kita juga punya sisi lain yang harus dijelaskan,”pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *