Jelang Imlek, Bersih-bersih Kelenteng hingga Pemasangan Lampion Mulai Dilakukan

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili sudah mulai dirasakan, perayaan yang jatuh pada 29 Januari mendatang ini disambut dengan berbagai kegiatan tradisional maupun bakti sosial.

Suasana khas Imlek mulai terlihat dari hiasan lampion merah yang menghiasi depan rumah, toko, hingga kelenteng di kalangan etnis Tionghoa yang ada di Tanjung Selor.

Ketua Pelestarian Tradisi Tionghoa Tanjung Selor, Satya Bahari, atau yang akrab disapa Abay, menjelaskan bahwa pemasangan lampion merupakan salah satu tradisi utama menjelang Imlek

Baca Juga :  Kolaborasi Pemerintah, Kepolisian dan Petani Upaya Ciptakan Swasembada Pangan di Bulungan

“Ya tahun-tahun sebelumnya, kami akan memasang puluhan lampion di depan kelenteng. Sebagian lampion lama akan diganti dengan yang baru untuk memberikan nuansa segar dan meriah,” ucapannya, Rabu (22/1/2025).

Ia menjelaskan lampion merah merupakan simbol keberuntungan dan kebahagiaan, menjadi daya tarik utama saat malam. “Kami berharap lampion ini tidak hanya mempercantik kelenteng, tetapi juga menyebarkan semangat dan harapan untuk tahun yang lebih baik,” sebutnya.

Baca Juga :  Operasi Keselamatan di Bulungan Digelar, Ini 15 Sasarannya

Tidak hanya menghias, kegiatan bersih-bersih kelenteng juga menjadi bagian penting dari persiapan Imlek. Abay menjelaskan bahwa pembersihan kelenteng akan dimulai pada 24 Januari mendatang, setelah salat Jumat secara gotong royong.

“Kami akan mengagendakan bersih bersih kelenteng dari atas hingga ke sudut-sudut terkecil. Jika tidak selesai dalam satu hari, kami akan melanjutkannya keesokan harinya,” katanya.

Namun sebelum proses bersih-bersih dimulai, warga akan melakukan ritual sembahyang terlebih dahulu.

Baca Juga :  Peringati HPN, PWI Bulungan Berbagi ke Panti Asuhan

Pembersihan kelenteng memiliki filosofi mendalam, yakni membuang hal-hal buruk dari tahun sebelumnya dan mempersiapkan diri untuk menyambut keberuntungan di tahun baru.

Abay menegaskan bahwa persiapan Imlek ini tidak hanya tentang estetika atau ritual keagamaan, tetapi juga upaya untuk melestarikan tradisi leluhur dan menjaga kebersamaan komunitas.

“Tradisi seperti ini mengingatkan kita untuk terus menghormati nilai-nilai kebudayaan, sekaligus mempererat hubungan antarwarga,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ikke

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *