Komisi II Sidak Dapur Tempat Produksi MBG di Nunukan Selatan, Begini Tanggapannya

benuanta.co.id, NUNUKAN – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan, Andi Fajrul Syam lakukan inspeksi mendadak (sidak) di tempat produksi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Fajrul mengatakan, hal ini dilakukan Fajrul setelah adanya informasi dan keluhan masyarakat terkait siswa yang sakit setelah mengonsumsi MBG.

“Sidak yang kami lakukan itu, untuk memastikan kebenaran terkait standar kelayakan penyajian program MBG, apalagi ada informasi kita dengar ada siswa yang mual bahkan diare di SD 003 Nunukan Selatan, makanya kita turun melihat langsung,” ungkap Fajrul, Selasa (21/1/2025).

Baca Juga :  Hendak ke Malaysia Lewat Jalur Ilegal Tanpa Dokumen Keimigrasian, 3 Pemuda NTT Gagal Nyebrang

Bahkan setelah ia langsung mengkonfirmasi kepada pihak sekolah, hal itu dibenarkan bahwa puluhan siswa di Nunukan Selatan terganggu kesehatannya.

Melihat hal ini, DPRD Nunukan langsung melakukan sidak di tempat pengelolaan dan distribusi MBG yang berada di Kelurahan Mansapa Nunukan Selatan.

Dalam sidak tersebut, Fajrul mengatakan jika pihaknya juga melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Danramil, dan Babinpotmar, serta pengawas pusat untuk melihat dapur dan kondisi ruangan produksi MBG.

Diungkapkannya, dari hasil sidak tersebut, Fajrul mengatakan jia kondisi dapur sangat memprihatinkan. Bahkan, ia menilai jika dapur produksi MBG itu tidak memenuhi standar kebersihan.

Baca Juga :  Pemda Nunukan Siapkan E-Walidata dan Metadata untuk OPD

“Kita lihat sendiri, sampah berserakan, ruangan yang berantakan, serta tempat penyimpanan bahan mentah yang bercampur aduk. Dari hal-hal seperti ini lah yang nantinya akan menimbulkan penyakit karena kebersihannya tidak terjaga,” jelasnya.

Fajrul mengatakan jika untuk memastikan kebersihan dan kesehatan makanan yang akan di konsumsi oleh siswa di Nunukan, perlu adanya ahli gizi untuk melakukan pemantauan secara langsung.

Baca Juga :  Antrean Panjang, Anggota DPRD Nunukan Prihatin Melihat Pendistribusian Gas Elpiji 3 Kg

Menurutnya, dengan adanya ahli gizi dapat menilai standar gizi yang layak dan aman untuk dikonsumsi siswa-siswi.

Fajrul berharap, dengan adanya sidak dan masuk-masukan ini dapat menjadi bahan evaluasi oleh pihak pengelola MBG agar lebih memperhatikan kondisi dapur dan produksinya.

“Tentunya, kita juga harus terus melakukan pengawasan agar tidak ada lagi kejadian atau kasus anak sekolah yang diare setelah mengkonsumsi MBG,” tegasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *