Berbagi Pengalaman dan Pengembangan UMKM, DPRD Kaltara Kunker ke Berau

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara), Muhammad Nasir, bersama Ketua Komisi II, Pdt. Robinson, dan anggota Komisi II lainnya, melakukan kunjungan kerja ke Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau, beberapa waktu lalu.

Muhammad Nasir, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh Diskoperindag Berau.

“Kunjungan ini selain sebagai ajang silaturahmi, juga bertujuan untuk berbagi ilmu, dan pengalaman terkait pengelolaan dan pengembangan UMKM di Kabupaten Berau,” ujar Nasir.

Baca Juga :  DPRD Kaltara Bentuk Empat Pansus Pembahas Ranperda

Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi II, Pdt. Robinson. “Kami sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Diskoperindag Berau, khususnya dalam memberdayakan UMKM dan potensi lokal. Ini menjadi contoh yang dapat diterapkan di daerah lain,” katanya.

Ia menambahkan, diskusi ini diharapkan dapat memberikan masukan terkait cara memaksimalkan potensi lokal di Berau, agar mampu menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan.

Baca Juga :  3 Catatan Penting Fraksi Gerindra Tunggu Respons Pemprov Kaltara

Sementara itu, Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, memaparkan kondisi terkini UMKM di daerah tersebut. Ia menyebutkan Kabupaten Berau memiliki lebih dari 16 ribu UMKM yang terdiri dari usaha mikro, kecil, dan menengah. Eva menekankan pentingnya pembinaan UMKM di setiap kecamatan untuk mengembangkan potensi unggulan masing-masing wilayah.

“Kami juga bekerja sama dengan koperasi-koperasi di Berau, dan pelatihan lebih difokuskan pada generasi muda untuk memastikan adanya regenerasi,” katanya.

Baca Juga :  DPRD Kaltara Tekankan Kebersihan Pelabuhan Tengkayu I, Pasokan Air dan SDM jadi Kendala

Diketahui pada Januari ini, Kabupaten Berau akan menerima kunjungan dari Kementerian Desa (Kemendes) ke Kampung Labanan Makarti.

“Kampung tersebut, yang pernah meraih juara nasional, sedang dibina sebagai pusat pengembangan berbagai sektor, termasuk kampung batik, sentra cokelat, peternakan unggas, sentra tenun, dan pengolahan rotan menjadi produk kerajinan seperti tas,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ikke

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *