benuanta.co.id, TARAKAN – Basarnas Tarakan melakukan pencarian terhadap satu korban terbaliknya speedboat di Perairan Tanjung Haus, Kabupaten Nunukan pada Rabu, 15 Januari 2025.
Diketahui, kecelakaan tersebut terjadi sekira pukul 01.00 WITA pada Selasa, 14 Januari 2025. Diduga, speedboat tersebut mengangkut logistik dari Sebatik menuju Kota Tarakan dengan dua Anak Buah Kapal (ABK).
“Sudah kita berangkatkan personel dan kerahkan 1 unit RIB (Rigid Inflatable Boat),” ujar Kepala Basarnas Tarakan, Syahril.
Selain mengerahkan 1 unit RIB, personel turut dibekali dengan peralatan Aquaeye sebagai alat pendeteksi manusia di dalam air. Personel dari Kansar Tarakan berangkat untuk melakukan operasi SAR sekira pukul 06.50 WITA menuju Last Know Position (LKP) terbaliknya perahu tersebut.
“Jarak LKP dari Kantor SAR Tarakan sekitar 29,98 nautical mile. Kurang lebih dua jam kita tiba di LKP,” tuturnya.
Syahril menyebut, laporan terjadinya kecelakaan kapal itu baru diterima kemarin. Sehingga, pihaknya baru dapat menurunkan personel dari Kansar Tarakan.
Selain personel SAR Tarakan, Basarnas turut mengerahkan potensi SAR Gabungan dari Kabupaten Nunukan.
“Kita terima laporan kemarin sore. Tadi pagi kita aksi. Kejadiannya itu kemarin malam. Laporan yang kita terima terbalik (kapalnya). Tapi nanti kita lihat di lapangan kebenarannya seperti apa,” lanjutnya.
Dalam insiden tersebut, ABK yang dilakukan pencarian yakni Hendra (32) warga asal Tarakan. Sementara untuk ABK satunya berhasil menyelamatkan diri.
“Ini spedboat memang mengangkut barang. ABK-nya ada dua saja, satu selamat dan satunya kita lakukan pencarian,” pungkasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Yogi Wibawa







