benuanta.co.id, TARAKAN – Anggota Komisi I dan II DPRD Tarakan menindaklanjuti keluhan warga terkait lamanya pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tarakan.
Ketua Komisi I DPRD Tarakan, Adyansa mengatakan dalam kunjungannya kerjanya melihat langsung sistem pelayanan adminduk. Dalam pelayanan tersebut, server yang digunakan seringkali mengalami masalah. Sehingga, pelayanan harus menunggu server kembali normal.
“Ada perangkat atau servernya kadang kalau panas, itu suka troubel atau bermasalah. Jadi menunggu lagi satu sampai tiga jam untuk kembali normal,” katanya, Kamis (2/1/2025).
Persoalan tersebut, ditegaskan Ady menjadi atensi bagi Komisi I dan II saat penyusunan anggaran nantinya. Terlebih, pengadaan server tersebut terakhir dilakukan pada 2011 lalu.
Menurutnya, peremajaan server tersebut perlu dilakukan guna mendukung pelayanan adminduk kepada masyarakat.
“Karena kalau peralatan itu tidak diganti, pasti pelayanan akan terus terganggu. Seharusnya sehari bisa menginput data hingga ratusan, terkendala dan dampaknya harus bisa selesai satu hari jadi molor menjadi berhari-hari,” lanjutnya.
Adapun untuk pengadaan peralatan baru sesuai dibutuhkan Disdukcapil, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 300 juta.
“Kami di Komisi I sudah berembuk dan akan memperjuangkan itu. Mudah-mudahan bisa dianggarkan di perubahan nantinya,” tuturnya.
Sementara itu, Kadisdukcapil Kota Tarakan, Hery Purwono menjelaskan, pihaknya telah menerima kunjungan dari DPRD Tarakan dan telah menyampaikan permasalahan yang ada.
“Permasalahannya ada di server, kemudian peralatan perekaman KTP dan sebagainya. Karena memang itu yang menjadi keluhan masyarakat, tiba-tiba ada gangguan sistem,” jelasnya.
Dilanjutkannya, pengadaan terakhir server merupakan bantuan dari Ditjen Dukcapil pada 2011 tahun. Sehingga dengan adanya perhatian dari DPRD Tarakan sangat membantu sistem pelayanan adminduk ke masyarakat.
Adapun penganggarannya, pada tahun 2025 akan direalisasikan anggaran untuk peremajaan server. Sedangkan untuk prasarana lainnya akan diusulkan di anggaran perubahan 2025 atau anggaran 2026.
“Sudah selayaknya juga mendapatkan peremajaan, ada komitmen dari DPRD Tarakan untuk peremajaan server dan pendukungnya di tahun ini sekitar Rp 300 juta,” pungkasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Yogi Wibawa







