benuanta.co.id, TARAKAN – Warga Tarakan mengeluhkan amblasnya jalan di Jalan Aki Balak, Kelurahan Juata Kerikil, Tarakan Barat, tepatnya di tanjakan Mako Yonif Raider 613 Raja Alam Tarakan.
Berdasarkan pengakuan warga, hampir 2 tahun jalan tersebut tak kunjung mendapatkan perhatian pemerintah hingga menyebabkan laka lantas.
Warga Juata Kerikil, Syamsuddin menyebut, tanah longsor menjadi penyebab amblasnya aspal hingga satu meter. Karena itu, banyak pengendara yang turut menjadi korban dari amblasnya jalan tersebut.
“Karena dalam betul sudah longsoran. Soalnya kan berpasir di bawah, jadi kalau hujan, cepat iru amblasnya,” jelasnya.
Syamsuddin berharap Pemerintah Kota (Pemkot) sampai pemerintah pusat untuk memperbaiki jalan tersebut. Meski masuk jalan nasional, ia berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara berkoordinasi ke pemerintah pusat.
“Jangan sampai Pemkot, Pemprov saling melempar tanggungjawab. Kalau bukan kewenangannya, minimal laporkan lah koordinasi ke pusat. Jangan sampai timbul korban lagi disini,” harapnya.
Ketua Komisi III Randy Rahmadhana Erdian dan didampingi Anggota Asrin Saleh serta Hiyatul Rahman Cani sudah melihat kondisi jalan yang amblas cukup dalam. Pihaknya juga menerima keluhan warga terkait kondisi jalan nasional sudah beberapa tahun amblas belum diperbaiki.
“Menurut aduan masyarakat, itu terbengkalai tidak ada perhatian sama sekali. Makanya nanti kami dari DPRD akan bersurat ke pemerintah pusat, agar segera diperbaiki,” katanya.
Ia menyebut jalan Aki Balak ini statusnya jalan nasional, sehingga pemerintah provinsi maupun kota tidak punya wewenang untuk memperbaiki.
“Kenapa kami kesini, karena ini menjadi akses utama bagi masyarakat untuk menuju ke arah Kecamatan Tarakan Utara khususnya Juata Laut. Sebenarnya yang berwenang ini Balai Jalan dari pihak Kementerian PUPR bagian Bina Marga segera bisa menganggarkan untuk pemeliharaan nanti akan saya coba melakukan komunikasi,” bebernya.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyebut badan jalan amblas ini, sudah beberapa kali memakan korban. Bahkan korban ada sampai patah tulang hingga koma, karena kecelakaan di lokasi tersebut.
“Ini akan menjadi atensi penting bagi kami, apalagi sudah banyak korban. Saya kira ini jalan provinsi ternyata ini jalanan nasional, Harapannya bisa mendapat perhatian dan secepatnya dikerjakan,” pungkasnya.(*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli







