benuanta.co.id, NUNUKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat ada 59 kejadian peristiwa bencana terjadi di Kabupaten Nunukan selama tahun 2024.
Kepala BPBD Nunukan Arief Budiman, menyampaikan untuk kejadian di tahun 2023 ada 94 total kejadian. Dengan rincian kebakaran hutan sebanyak 30 kasus, kebakaran rumah 25 kasus, banjir 23 kasus, orang hilang 8 kasus, angin kencang 5 kasus, sedangkan tanah longsor 2 kasus, dan banjir bandang 1 kejadian.
“Ada penurunan kejadan di tahun ini, sejak Januari hingga 18 Desember 2024 dibandingkan tahun 2023,” kata Arief Budiman, kepada benuanta.co.id, Rabu (18/12/2024).
Sedangkan tahun 2024 ini setidaknya ada 59 kejadian bencana. Mulai dari kebakaran hutan sebanayak 23 kejadian, kebakaran rumah 13 kejadian, banjir 9 kejadian, orang hilang 7 kejadian, angin kencang 3 kejadian, kekeringan 1 dan abrasi 1 kejadian, dan tanah longsor 2 kali kejadian.
Ia menjelaskan, terjadinya penurunan kejadian seperti kebakaran lahan memang disebabkan cuaca, di mana tahun lalu terjadi cuaca ekstre m dan juga faktor kesengajaan. Ditambah lagi dengan adanya pelaku pembakaran lahan yang diproses hukum, sehingga saat ini ada ketakutan masyarakat untuk membuka lahan dengan cara membakar.
“Waspada saat membuka lahan dan dijaga betul-betul saat membakar itu kebakaran hutan,” jelasnya.
Selain itu kebakaran pemukiman di tahun ini juga berkurang karena kewaspadaan masyarakat sudah tinggi. Sedangkan persoalan banjir tidak bisa diprediksi lantaran tergantung faktor alam.
Karakteristik wilayah Kabupaten Nunukan sangat berbeda, seperti angin kencang atau puting beliung, kebanyakan terjadi di wilayah Sebatik, kebakaran hutan sekitar 80 persen terjadi di pulau Nunukan, banjir dan longsor terjadi di sembakung dan Krayan. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Yogi Wibawa







