benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan mencatat sebanyak 22 kejadian bencana yang terjadi akibat hujan deras yang mengguyur Kota Tarakan pada Selasa, 8 Oktober 2024 dini hari.
Bencana yang terjadi yaitu tanah longsor, pohon tumbang, dan banjir di beberapa titik. Dari 22 kejadian tersebut, 13 di antaranya merupakan tanah longsor, 6 titik banjir dan 2 pohon tumbang.
Kepala BPBD Tarakan, Yonsep menguraikan, pihaknya mendapatkan laporan 13 titik tanah longsor di wilayah Kampung Enam, Pamusian, Kampung Satu dan Karang Anyar.
Lalu untuk banjir teridentifikasi berada di Karang Harapan, Kampung Satu, Karang Anyar dan Pamusian. Sementara untuk pohon tumbang dilaporkan terjadi di Kampung Satu dan Pamusian.
Adapun BPBD sendiri memberikan penanganan terhadap bencana tersebut secara bertahap dengan memberikan bantuan awal.
“Anggota sekarang lagi bekerja di lapangan, kita tidak mungkin bisa selesaikan semuanya sekaligus,” katanya, Selasa (8/10/2024).
Dilanjutkan Yonsep, tanah longsor tersebut menyebabkan beberapa rumah warga hancur pada bagian dinding. Beruntung, tak terdapat korban jiwa saat kejadian itu.
BPBD juga memberikan bantuan sementara berupa karung untuk nantinya diisi tanah dan diletakkan di pinggir tanah yang longsor agar tak terjadi longsor susulan. Termasuk memberikan terpal untuk menutupi permukaan tanah yang terbuka.
“Beberapa rumah itu rusak bagian dindingnya, kalau untuk menilai berat dan ringannya (kerusakan) kita belum bisa, yang pasti ada dinding yang runtuh akibat longsor itu,” lanjutnya.
Sementara untuk bencana banjir, BPBD memberikan penanganan berupa menyedot air di bagian rumah yang terkena banjir. Menurutnya, banjir menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana akibat hujan deras ini.
Lalu, penanganan pada pohon tumbang, biasanya pihaknya melakukan pembersihan lantaran pohon tumbang mengenai bagian rumah warga.
“Berdasarkan informasi dari lurah yang ada di Karang Harapan itu karena keterlambatan membuka tutup embung, makanya banjir. Ada juga masyarakat yang inisiatif membersihkan sendiri bagian rumah yang terkena pohon tumbang dan banjir,” tambah Yonsep.
Maraknya laporan yang ia terima ini turut membuat BPBD Tarakan mengimbau agar masyarakat selalu waspada ditengah kondisi cuaca yang tak menentu. Dalam waktu-waktu tertentu kondisi cuaca dapat berubah-ubah seperti angin kencang dan hujan dengan intensitas lebat. Khususnya bagi masyarakat yang bermukim di lereng perbukitan.
“Kalau hujannya sudah berdurasi lama, segera mengungsi untuk antisipasi supaya tidak ada korban. Ini juga kita sampaikan terus, apalagi tenaga BPBD untuk teknisnya kurang juga, kita minta ke lurah untuk kerjasama masyarakat membantu petugas kita,” pungkasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Yogi Wibawa







