Bensin Asal Malaysia Marak Beredar di Sebatik

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pihak kepolisian mengeluarkan surat edaran larangan terkait maraknya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin asal Malaysia tanpa izin yang dijual secara eceran di Pulau Sebatik.

Wakapolres Nunukan, Kompol Arofiek Aprilian Riswanto mengatakan langkah yang dilakukan Polsek Sebatik Timur sudah sesuai. Hal ini lantaran penjual bensin Malaysia di Pulau Sebatik tidak sesuai dengan peruntukannya.

“Kami menghimbau kepada masyarakat, kepada kios-kios yang menjual bensin eceran untuk tidak lagi menjual bensin eceran apalagi BBM asal Malaysia yang masuk tanpa izin,” kata Arofiek kepada benuanta.co.id, Rabu (10/7/2024).

Dikatakannya, dengan adanya surat himbauan tersebut, ia berharap masyarakat di Pulau Sebatik dapat mematuhi dan mengindahkan hal tersebut.

Baca Juga :  Sempat Terjadi Pemadaman Listrik di Nunukan, PLN Ungkap Penyebabnya

“Jangan sampai dikatakan bahwa ini mematikan mata pencaharian pedagang kios, karena masih banyak mata pencaharian lain tanpa harus melanggar ketentuan pidana,” ungkapnya.

Arofiek menyampaikan, untuk saat ini pihaknya masih melakukan himbauan secara bertahap, namun jika nantinya masih didapati maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas.

“Sanksi tegasnya tentu ada, hanya saja untuk saat ini kita masih melakukan himbauan namun jika tidak diindahkan tentunya akan lakukan penindakan,” tegasnya.

Dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Polsek Sebatik Timur dikatakan, berdasarkan Pasal 55 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak Dan Gas. Setiap Orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan atau Niaga BBM yang di subsidi pemerintah pidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling Tinggi Rp 60 Miliyar.

Baca Juga :  Tak Betah Kerja di Malaysia, PMI Ini Kabur Lewat Jalur Darat Perbatasan Krayan

Berdasarkan Pasal 102 huruf (a) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-UNDANG No 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan yaitu setiap orang yang mengangkut barang Impor yang tidak tercantum dalam Manifes di pidana penjara paling singkat 1 tahun dan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp5 miliar.

Sehingga dengan itu, pihaknya menghimbau atau memberitahukan kepada masyarakat yang melakukan jual beli bensin Malaysia tanpa izin yang di Encer kan di tokoh-tokoh agar segera berhenti atau tidak menjual lagi secara eceran baik secara botolan perliter maupun eceran menggunakan jirigen paling lambat hingga hari Rabu tanggal 10 Juli 2024 dan apa bila masih di dapati ada yang melakukan penjualan bensin Malaysia tanpa izin hingga dengan tanggal yang telah di tentu kan maka akan di lakukan penyitaan. (*)

Baca Juga :  Kisah Asal Usul Kampung Atap Sembakung

Reporter: Novita A.K

Editor : Nicky Saputra 

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2636 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar