Pria Penjual Obat Viral Beri Klarifikasi dan Minta Maaf ke Masyarakat Tarakan

benuanta.co.id, TARAKAN – Pria yang sempat menghebohkan warga Tarakan lantaran videonya saat berjualan obat viral, meminta maaf terhadap masyarakat Kota Tarakan.

Diberitakan sebelumnya, pria dengan identitas Ahmad Rais (44) viral, karena videonya berjualan obat dan diduga terdapat unsur yang menyinggung perasaan warga Tarakan.

Di hadapan awak media, Ahmad Rais menyatakan permohonan maafnya terhadap potongan videonya yang viral. Ia tak bermaksud seperti apa yang diungkapkan dalam video tersebut.

Ahmad Rais menjelaskan, ia datang ke Tarakan berniat berjualan obat dan mengobati seseorang.

“Saya tidak berniat mengatakan seperti itu, saya lontarkan kata itu bermaksud sambil berjualan. Kalau ada yang punya ilmu, jangan menyalahgunakan ilmunya menjadi dukun santet. Saya menantang ilmunya itu, bukan bermaksud menantang sukunya apalagi menjelekkan suku Kalimantan,” jelasnya, Selasa (9/7/2024).

Ditegaskannya, ia hanya berniat dengan tulus mencari nafkah, jika terdapat tutur kata yang salah Ahmad Rais meminta maaf dari lubuk hati yang paling dalam kepada keluarga besar Kaltara khususnya Kota Tarakan.

Baca Juga :  Pemkot Harap Karyawan dan Pegawai Diberi Izin saat PSU

“Saya tujuannya datang ke Tarakan mencari nafkah berjualan obat dan mengobati orang bukan untuk menyakiti perasaan masyarakat Tarakan,” tegasnya.

Ahmad Rais mengakui, sejauh ia berjualan obat, banyak masyarakat yang melakukan siaran langsung dan mengambil video atas aksinya. Terhadap video yang viral, ia menyebut bahwa video tersebut tak utuh dan dipotong-potong.

Biasanya, ia berjualan obat sejenis asam urat dan rematik setiap Rabu, Sabtu dan Kamis malam di wilayah Sebengkok.

“Alhamdulillah saya jualan di sini (Tarakan) sudah 1 bulan lebih. Biasanya saya juga di Nunukan mengobati orang sakit. Saya juga kaget ternyata terjadi seperti ini, tapi saya menerima dan saya minta maaf,” tuturnya.

Baca Juga :  Ops Patuh Kayan Dimulai, 14 Jenis Pelanggaran Disorot

Ia juga khawatir lantaran kemarahan warga membuat dirinya dan sekeluarga terancam. Sehingga, ia meminta perlindungan kepada kepolisian untuk mengamankan keluarganya. Terlebih, terdapat anaknya yang saat ini tengah dalam kondisi hamil.

Ihwal kembali berjualan di Tarakan, ia menyebut tergantung masyarakat Tarakan. Jika diterima, ia dengan senang hati kembali berjualan. Jika tidak maka ia akan meninggalkan Tarakan untuk kedamaian masyarakat.

“Saya memang sama anak cucu kalau berjualan, mutar keliling Indonesia. Saya tidak bermaksud mau pilih wilayah mana karena yang saya pikirkan hanya cari nafkah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Randhya Sakthika Putra menjelaskan, saat ini status Ahmad Rais masih sebagai saksi. Namun, pihaknya tetap akan melakukan pendalaman dengan meminta keterangan terhadap beberapa saksi.

Baca Juga :  H+1 PSU, Bawaslu Tarakan Tak Temukan Indikasi Pelanggaran 

“Kita masih dalami. Kita juga akan memanggil beberapa saksi yang menyaksikan aksinya saat itu. Meski yang bersangkutan mengakui tidak bermaksud, tetapi proses masih berjalan dan kasusnya tidak akan kami luruskan,” jelasnya.

Jika terbukti bersalah, Randhya menegaskan, proses hukum akan tetap ditegakkan. Ke depan, pihaknya juga membutuhkan keterangan ahli untuk kasus ini. Di antaranya ahli pidana dan ahli bahasa.

“Pasti ke ahli. Kalau ke ahli bahasa nanti menentukan apakah ucapan yang bersangkutan dalam video itu betul menyinggung atau tidak,” tutup Randhya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Yogi Wibawa

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2562 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *