Siapkan Lahan 30 Hektar untuk Pembangunan IAIN, Syarat Pendirian Sudah 80 Persen

TANJUNG SELOR – Rencana pembangunan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) di Kabupaten Bulungan terus berproses bahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan telah menyiapkan lahan seluas 30 hektar di Tanjung Palas yang nantinya menjadi lokasi pembangunan kampus Islam negeri pertama di Kaltara tersebut.

Setahun yang lalu, Bupati Bulungan Syarwani S.Pd.M.Si didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bulungan Risdianto, S.Pi.M.Si menerima kunjungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia. Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., M.T perihal rencana pembangunan kampus IAIN di Tanjung Palas.

Pemkab Bulungan mendukung penuh berbagai langkah yang dilakukan untuk percepatan realisasi pembangunan kampus Islam tersebut.
“Pemkab Bulungan mendukung langkah-langkah percepatan pembangunan kampus IAIN. Ini merupakan upaya, dan komitmen kita bersama dalam upaya meningkatkan SDM Bulungan unggul dan berdaya saing,” terangnya.

Bupati menambahkan, untuk kesiapan lahannya Pemkab Bulungan telah melakukan langkah-langkah pencadangan lahan seluas 30 hektar, bahkan sekitar 10 hektar sudah diserahkan pada Kementerian Agama (Kemenag).

Baca Juga :  Rakor Camat se-Kabupaten Bulungan, Bupati Perintahkan Pengadaan Damkar Tiap Kecamatan

“Insya Allah nanti kampus IAIN, bakal dibangun di Kecamatan Tanjung Palas. Lahan sudah kita siapkan,” katanya.

Disisi lain, Kepala Bidang Pendidikan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara H.Hamzah S,Ag, M,M sangat bersyukur atas dukungan penuh dari Bupati Bulungan untuk percepatan pendirian kampus IAIN di Tanjung Palas.

“Alhamdulilah kita ucapkan terimakasih pada Bupati Bulungan atas dukungan serta semangat beliau mendorong percepatan pembangunan kampus IAIN untuk meningkatkan SDM masyarakat,”ujarnya, Rabu (3/7).

Menurutnya, dokumen prasyarat pendirian kampus IAIN tersebut saat ini sudah mencapai 80 persen. Bahkan sudah diterima oleh Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.
“Dokumen administrasi sudah diterima oleh Subdit Kelembagaan Diktis Kemenag yang diantar langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Kaltara,” tambahnya.

Prosesnya sudah berjalan, dari segi administrasi sudah dianggap memenuhi syarat. Termasuk kajian lapangan yang dilakukan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Samarinda selain itu telah dibentuk komite percepatan rencana pembangunan kampus tersebut.

Baca Juga :  Hadiri Rakernas Apkasi ke-16, Pemda Bulungan Tampilkan Progres PSN, Produk UMKM hingga Punan Batu Benau

“Komite percepatan juga sudah ada, tinggal dorongan non teknis. Kampus IAIN ini bukan keinginan tapi kebutuhan. Yang memang sesuai dengan visi Pemda Bulungan maupun provinsi semua mencantumkan bagaimana meningkatkan SDM masyarakat,” tegasnya.

Ditambahkan, dengan posisi Bulungan yang menjadi Ibu Kota Provinsi Kaltara keberadaan kampus negeri tersebut sangat diperlukan.

“Bulungan menjadi Ibu Kota Provinsi Kaltara salah satu prasarat harus ada perguruan tinggi negeri baik umum maupun keagamaan. Kami dari Kanwil Kemenag secara teknis intens mempersiapkan prasarat yang dibutuhkan bahkan sudah 80 persen memenuhi syarat,” ulasnya.

H.Hamzah menjelaskan, proses rencana pendirian kampus IAIN Bulungan dipersiapkan cukup lama dan merupakan peritah dari Menetri Agama saat berkunjung di Kaltara pada 2021 silam.

Baca Juga :  Rakor Camat se-Kabupaten Bulungan, Bupati Perintahkan Pengadaan Damkar Tiap Kecamatan

“Prosesnya cukup lama, Kanwil sebenarnya tidak memiliki Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) kesana. Tapi ini diperintahkan Menteri Agama tahun 2021, pada saat kunjungan peletakan batu pertama asrama transit. Bahkan sejak 2018 sudah diwacanakan,” jelasnya.

Awal direncanakan pembangunan Sekolah Tiggi Agama Islam Negeri (STAIN) namun Menteri Agama kala itu meminta langsung untuk mempersiapkan dokumen pendirian IAIN di Bulungan.

“Dirjend Pendis (Pendidikan Islam) sudah datang menemui Bupati Bulungan dan juga Gubernur Kaltara termasuk meihat lokasi. Untuk tahap awal ada 10 hektar yang tidak ada masalah, masih sekitar 23 hektar lagi kita belum berani memasukan itu, karena dalam proses pengusulan penghibahan,” tuntasnya.(adv)

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2563 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *