DKP Kaltara Imbau Pelaku Usaha Perikanan Tak Beraktivitas di Titik Ranjau

benuanta.co.id, TARAKAN – Masih banyaknya ranjau sisa perang dunia ke-II yang tersebar di Perairan Tarakan, membuat Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Utara (Kaltara) mengimbau kepada pelaku usaha perikanan agar berhati-hati saat beraktivitas.

Kepala DKP Kaltara, Rukhi Syayahdin mengatakan, ranjau tersebut merupakan sisa perang dunia II yang terjadi di Kota Tarakan. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Lantamal XIII Tarakan terhadap pemetaan titik-titik ranjau di perairan Tarakan.

“Semua di-warning, tidak boleh sembarangan beraktivitas di perairan itu,” katanya, Rabu (3/7/2024).

Baca Juga :  DKP Kaltara Bina Nelayan Bagan untuk Miliki PKKPRL

Rukhi melanjutkan, terdapat wacana akan membuat alur pelayaran di perairan Tarakan yang terdapat titik ranjau. Dengan catatan, harus membersihkan dulu ranjau yang tersisa di perairan tersebut.

Sebelumnya, pihaknya juga telah melakukan pembersihan terhadap ranjau-ranjau yang masih aktif sebanyak 6 titik di perairan Tarakan bersama Lantamal XIII Tarakan.

“Dan betul, waktu pembersihan itu meledak ranjaunya. Ini yang kita khawatirkan ke pelaku usaha terutama pelaku usaha rumput laut,” imbuhnya.

Menurutnya, pelaku usaha rumput laut harus memperhatikan himbauan dari pemerintah. Lantaran berdasarkan pengamatan di lapangan, pelaku usaha rumput laut cenderung melakukan aktivitas pemasangan pondasi di perairan dengan kedalaman tertentu.

Baca Juga :  DKP Kaltara Bina Nelayan Bagan untuk Miliki PKKPRL

Hingga saat ini, persoalan ranjau di perairan Tarakan masih belum dapat terselesaikan sepenuhnya.

“Itulah kami mengajukan permohonan ke pusat, karena membersihkan ranjau bulan biaya yang kecil,” tambahnya.

Adapun titik ranjau sendiri telah dipetakan dan paling banyak ditemukan di wilayah perairan Pantai Amal. Sementara untuk wilayah perairan Kaltara lainnya, belum diindikasikan terdapat ranjau.

Baca Juga :  DKP Kaltara Bina Nelayan Bagan untuk Miliki PKKPRL

Pun dengan zona pemanfaatan ruang laut juga telah ditentukan pihaknya. DKP Kaltara tidak akan memberikan rekomendasi pemanfaatan ruang laut jika perairan tersebut terindikasi ranjau.

“Itu PR kita juga, kita terus sosialisasikan supaya masyarakat paham,” pungkasnya. (adv)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Yogi Wibawa

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2563 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar