Judi Online Meresahkan, Handphone Personel Polres Tarakan Diperiksa

benuanta.co.id, TARAKAN – Menindaklanjuti maraknya aktivitas judi online, Polres Tarakan melakukan pemeriksaan handphone kepada seluruh personelnya. Pengecekan handphone terhadap jajaran Polres Tarakan ini dilakukan lantaran instruksi dari Kapolri melalui Kadiv Propam.

Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona melalui Waka Polres, Kompol Muhammad Musni mengatakan, beberapa waktu terakhir, judi online merambah hingga ke personel Polri. Pada pengecekan ini, terdapat sekitar 350 personel Polres Tarakan yang handphonenya di sidak.

“Harapannya di sini tidak ada terjadi seperti itu. Kalau laporan belum ada, sifatnya kita mengantisipasi. Hasil pemeriksaan kemarin juga tidak terdapat indikasi personel kita bermain judi online,” katanya saat ditemui, Jumat (28/6/2024).

Baca Juga :  Median Jalan Jenderal Sudirman Dipercantik

Pemeriksaan handphone yang dilakukan pihaknya, dilakukan dengan mengecek aplikasi ataupun browser handphone. Pihaknya mengecek secara menyeluruh, termasuk histori pencarian atau kunjungan web dari personelnya.

“Tentunya sangat berdampak kalau sampai judi online. Apalagi kan tugasnya juga sampai begadang, kalau sampai main judi slot berdampak ke mana-mana, ke dinas, keuangan, berujung melakukan tindakan yang melanggar hukum,” bebernya.

Dilanjutkannya, pemeriksaan ini dilakukan menyeluruh hingga ke jajaran Polsek dibawah Polres Tarakan. Sementara untuk para Pejabat Utama (PJU) atau perwira akan dilakukan pengecekan oleh Provos.

Baca Juga :  Terdakwa Sabu 5 Kg Dituntut Jaksa 17 Tahun Penjara

Tak hanya sekali ini, pihaknya juga akan merutinkan pengecekan handphone ini ke depannya. “Saya akan cek lagi nanti, siapa tahu nanti masih ada yang dihapus historinya. Kita rutinkan untuk melakukan pengecekan,” tambahnya.

Ditegaskan perwira melati satu itu, jika sampai terdapat personel Polres Tarakan melakukan aktivitas perjudian salah satunya judi online, sangat merusak citra Polri. Polri juga akan memberikan tindakan secara tegas, secara kode etik dan Undang-undang tentang Perjudian. Bahkan hingga ke Pemberhentian dengan Tidak Hormat (PTDH).

Baca Juga :  Polisi Kejar Terduga Pelaku Pemerasan Anggota Dewan 

“Lebih baik kita tegas diawal, daripada nanti di belakang muncul masalah yang lebih besar. Permasalahan ini (judi) agak kita tegaskan. Bisa sampai PTDH, tergantung fakta di lapangan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Yogi Wibawa

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2636 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *