PUPR-PERKIM Kaltara Studi Potensi Irigasi Tambak di Kaltara

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR – Perkim) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melaksanakan studi potensi irigasi tambak di Kaltara pada tahun ini.

Kepala Dinas PUPR – Perkim Kaltara, Helmi menjelaskan, kegiatan ini dilatarbelakangi sektor kelautan dan perikanan yang memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan. Namun sampai saat ini, baru potensi ikannya saja yang telah dimanfaatkan dengan aktivitas penangkapan. Sementara, potensi budidaya tambak bisa dikatakan belum dimanfaatkan secara optimal.

“Oleh sebab itu, pembangunan kelautan dan perikanan ke depan harus diarahkan kepada pemanfaatan potensi yang ada dengan melakukan upaya-upaya intensifikasi, ekstensifikasi, diversifikasi dan rehabilitasi, serta didasarkan kepada konsepsi pembangunan berkelanjutan yang berbasis pada keunggulan sumber daya alam dan sumber daya manusia,” jelasnya. Kamis, (27/6/2024).

Baca Juga :  Pembangunan Gedung Setprov Kaltara Tahap 10 Telah Berjalan

Untuk dapat memanfaatkan potensi tersebut, perlu ada penyusunan suatu strategi pengembangan budidaya yang sesuai dengan karakteristik sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada, serta harus bersifat ramah lingkungan, sehingga dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Konsepsi pengembangan perikanan budidaya yang berwawasan lingkungan harus memperhatikan daya dukung lahan dan perairan agar dapat meningkatkan produksi secara lestari dan berkelanjutan,” terangnya.

Baca Juga :  Pemprov Kaltara Bangun Rumah Singgah di Malinau untuk Masyarakat Lumbis

Pengembangan pemanfaatan ruang untuk kegiatan perikanan budidaya perlu memperhatikan kondisi fisik perairan dan lahan yang meliputi morfologi, pemanfaatan, kualitas perairan jenis tanah, kondisi tanah, hidro-oseanografi; Kondisi pantai yang meliputi, morfologi, jenis material, pasang surut, erosi, sedimentasi, gelombang dan kualitas air.

Kondisi sungai yang meliputi morfologi, muka air, pemanfaatan sungai dan kualitas air; dan Kegiatan perikanan budidaya meliputi; pengelolaan air, sumber perolehan modal, sarana produksi, produksi, pemasaran, pembinaan dan penyuluhan, masalah lingkungan, kelembagaan dan masalah spesifik.

Dalam rangka mewujudkan kemandirian usaha tani dan budidaya tambak secara maksimal, maka diperlukan suatu upaya yang kondusif dengan melibatkan semua komponen yang ada secara optimal dan meningkatkan sarana serta prasarana yang dapat menunjang usaha tambak.

Baca Juga :  PUPR-Perkim Kaltara Bangun Jembatan Hubungkan Long Bawan-Lembudud-Long Layu

“Oleh karena itu perlu dilakukan kajian mengenai potensi irigasi tambak yang akan menjadi sumber pengairan bagi tambak tambak di wilayah Kaltara,” pungkasnya.(adv)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Ramli

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2635 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *