Bapedda Litbang: Konektivitas Kunci Membangun Wilayah 3T

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Konektivitas wilayah jadi kunci pembangunan infrastruktur dan ekonomi yang merata. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Provinsi Kalimantan Utara(Kaltara) mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk peka terhadap persoalan wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Plt. Kepala Bapedda Litbang Provinsi Kaltara, Bertius mengatakan, persoalan pembangunan yang merata terletak pada konektivitas wilayah. Di mana akses wilayah perkotaan harus bisa mengakses wilayah 3T.

“Wilayah perkotaan biasanya akan menjadi pusat ekonomi suatu daerah, sehingga agar harga bahan pokok dan bahan baku merata, dibutuhkan konektivitas wilayah yang terjangkau. Makanya dalam RPJMD Pemprov, kita sangat mendorong adanya konektivitas wilayah,” ungkap Bertius, Rabu, 27 Juni 2024.

Baca Juga :  Konektivitas Jalan Diyakini akan Berdampak pada Pembangunan Desa

Ia mengatakan saat ini Pemprov Kaltara sudah melakukan berbagai upaya untuk konektivitas wilayah 3T seperti pembangunan infrastruktur jalan menuju Krayan dan perbatasan negara hingga menggelontorkan anggaran untuk program SOA.

Meski hal itu masih bersifat jangka pendek, namun Bertius meyakini dengan komitmen Pemprov Kaltara dalam membangun wilayah 3T ke depan persoalan konektivitas bisa teratasi.

Baca Juga :  Konektivitas Jalan Diyakini akan Berdampak pada Pembangunan Desa

“SOA itu untuk pemerataan harga kebutuhan bahan pokok dan hal itu juga dapat menekan ketergantungan masyarakat wilayah 3T kita terhadap produk Malaysia,” ujarnya.

“Begitu juga dengan pembangunan jalan menuju Krayan, meski masih berbentuk agregat tapi setidaknya sudah ada akses yang bisa dilalui oleh masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Kaltara, Zainal Arifin Paliwang membeberkan adanya konektivitas wilayah 3T merupakan salah satu visi-misinya dalam membangun Provinsi Kaltara.

Dimulai dengan dibukanya akses jalan Malinau menuju Krayan hingga akan berjalan ke mega proyek Jembatan Bulungan-Tarakan (Bulan).

Baca Juga :  Konektivitas Jalan Diyakini akan Berdampak pada Pembangunan Desa

“Tidak hanya akses jalan saja tapi akses internet juga kita bangun agar masyarakat 3T kita tidak buta teknologi. Makanya tahun ini kita berupaya agar akses jalan Malinau-Krayan bisa selesai, tuntas,” pungkasnya.(adv)

Reporter: Osarade

Editor: Ramli

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2563 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *