Warga Bangga dan Apresiasi Aksi Nyata Gubernur Zainal

MATAHARI pagi baru saja menyingsing. Speedboat yang membawa Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) bersama rombongannya bersiap bertolak ke Kabupaten Nunukan. Lawatan kali ini adalah silaturahmi dan monitoring kegiatan pengerjaan infrastruktur Pemprov Kaltara di wilayah perbatasan tersebut. Pria berjaket hitam dengan celana panjang coklat tua berjalan cepat setengah berlari ke arah speedboat. Dari tengah dermaga ia melemparkan senyum seraya menyapa para rombongan. Nakhoda Kaltara 1 melepaskan tali tambat dan speedboat melaju ke arah utara Kaltara pada Sabtu, 15 Juni 2024 pagi.

Sinar mentari yang kemerahan perlahan cerah menyilaukan. Jam menandakan pukul 07.30 wita. Seluruh awak penumpang menikmati pemandangan pesisir pulau yang dilalui. Laju speedboat bermesin empat itu tak terasa mengantarkan rombongan tiba di wilayah perairan Kabupaten Nunukan. Terlihat dari kejauhan ladang rumpt laut milik petani mengapung di bibir pantai. Perahu – perahu panjang milik petani rumput laut yang sedang memanen hasil budidayanya akhirnya disambangi Gubernur Kaltara.

Gubernur Zainal bercengkramah dengan petani rumput laut. Disambut dengan suka. Petani percaya Gubernur Zainal mampu menstabilkan harga yang selama ini diidamkan para pembudidaya. Perahu petani rumput laut lainnya medekat ke speedboat gubernur. Tampak keakraban terlihat dari diskusi ringan nan singkat itu.

Gubernur melepaskan lambayan kepada para petani rumput laut lain yang berada di kejauhan bibir pantai lainnya. Setelah itu, speedboat Kaltara 1 perlahan bertolak menuju Pelabuhan Ferry Sei Jepun, Nunukan Selatan. Di atas dermaga, tampak belasan mobil sudah menunggu Gubernur Kaltara. Kepala Dinas DPUPR-Perkim Kaltara, Diskominfo Kaltara, simpatisan Gubernur Kaltara, hingga sejumlah tokoh masyarakat Nunukan tampak sudah siap mengawal kunjungan kerja Gubernur Kaltara dalam sehari di Nunukan.

Gerak cepat Gubernur Zainal naik ke atas dermaga disusul rombongan menuju Lapas Kelas II B Nunukan, Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan. Iring-iringan ini tiba di Lapas Nunukan tepat pukul 10.15 wita. Di dalamnya berkumpul ribuan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Nunukan. WBP duduk berjejer rapi di atas lapangan futsal. Sebagian lainnya berbaris menanti bersalaman tangan dengan Gubernur Zainal.

Terik matahari tak melunturkan semangat WBP Lapas Nunukan. Wajah mereka ceria nan semangat saat gubernur tiba. Riuh suara WBP memberikan apresiasi kepada Gubernur Kaltara yang dianggap mereka sebagai salah satu gubernur yang peduli dengan masyrakat. Tak terkecuali para WBP di Lapas Kelas II Nunukan.

Gubernur yang didampingi Kepala Lapas Nunukan dan Kepala Dinas PUPR-Perkim duduk berhadapan dengan ribuan WBP. Kursi, meja, dan tenda yang telah disediakan tak digunakannya. Akhirnya, Gubernur Zainal ikut berpanas-panasan. “Kalian (WBP) duduk tanpa kursi dan berpanas-panasan di atas lapangan. Saya dan Kepala Lapas juga sama. Jadi kita sama – sama merasakan teriknya matahari yang sehat ini,” tuturnya sebelum melanjutkan pidato sambutan.

Spontanitas kebersamaan yang ditunjukan Gubernur Zainal ini mendapatkan tepuk tangan meriah dari seisi Lapas Nunukan, siang itu. Waktu menandakan pukul 11.00 wita. Setelah sempat berkeliling melihat kerajinan tangan WBP, Gubernur Zainal menyerahkan sapi kurban kepada WBP yang diterima langsung Kepala Lapas Nunukan.

Acara silaturahmi ini dilanjutkan dengan eksebisi futsal antara Pemprov Kaltara berhadapan dengan Lapas Nunukan. Empat gol dicetak langsung Gubernur Zainal. Cucuran keringat membasahi seluruh wajah dan tubuhnya. Tampak pria kelahiran Desember 1962 itu lelah. Ia mengatur nafasnya dan duduk di bawah pohon rindang, usai eksebisi futsal berakhir.

Tak sampai di situ, Gubernur Zainal melanjutkan aksinya dengan menabuh drum dengan diiringi pemusik dari WBP. Sebuah lagu yang dinyanyikan dari WBP sangat menghibur WBP dan petugas Lapas lainnya. Setelah asik dan seru-seruan dengan WBP, Gubernur Zainal melanjutkan kegiatannya meninjau hasil karya lainnya di sekitar Lapas Nunukan, yakni agrowisata Sae Lanuka. Agrowisata yang dimiliki Lapas Nunukan ini terbilang menarik. Berbagai buah dan sayuran ditanam di tempat ini. Agrowisata ini menjadi daya tarik masyarakat Nunukan. Di puncaknya, ada Tugu Mandau. Dari atas bukit Tugu Mandau, wisatawan dapat melihat penjuru Nunukan Selatan. Indah dan menarik dipandang mata. Sejauh mata memandang, hamparan pepohonan hijau mengitari Lapas Kelas II Nunukan ini. Gubernur Zainal sejenak melepaskan penat, sebelum melanjutkan perjalanan memonitoring kegiata Pemprov Kaltara di Nunukan.

ASIK : Gubernur Zainal saat asik menabuh drum dan diiringi pemusik dari WBP Lapas Kelas II Nunukan.

Tepat pukul 13.00 wita, rombongan gubernur bergeser ke Desa Binusan. Tepatnya mengecek langsung pengerjaan lanjutan jalan lingkar yang menjadi salah satu fokus Pemprov Kaltara di Nunukan. Gubernur Zainal memilih berhenti di salah satu rumah warga di pinggir jalan. Kedatangan gubernur ini sontak membuat kaget pemilik rumah. Gubernur Zainal dengan ramah menyapa warga yang kebetulan sedang bersantai di depan teras rumah.

Sambil bercengkramah, Gubernur Zainal menyempatkan diri bermain dengan seorang balita yang sedang berbaring di dalam ayunan. Suasana makin mencair ketika Gubernur Zainal berdiskusi ringan dengan warga. Warga yang berkumpul pun memanfaatkan momen itu dengan berfoto serta menyampaikan aspirasi kepada gubernur.

BERMAIN : Tampak Gubernur Zainal bermain dengan balita di salah satu rumah warga di Binusan.

Warga mengeluhkan jalan yang kurang diperhatikan pemerintah selama ini. Namun begitu, selama dipimpin Gubernur Zainal warga merasa adanya perbuhan melalui aksi nyata gubernur di Nunukan. Jalan yang dianggap warga dibiarkan rusak sejak lama, perlahan tapi pasti perhatian berupa perbaikan jalan oleh Pemprov Kaltara mulai dirasakan. Warga bersyukur dan berharap Gubernur Zainal kembali melanjutkan program pembangunan infrastruktur jalan di desa mereka.

Apresiasi warga ini bukan presepsi semata. Warga mengaku Gubernur Zainal kerap kali hadir langsung ke lapangan mengecek langsung pembangunan. Dengan hal ini, warga merasa dekat dengan pemimpin. Bisa berdiskusi langsung terkait apa yang paling dibutuhkan warga secara menyeluruh. Terutama akses jalan yang sudah lama diidam-idamkan warga Desa Binusan.

Salah seorang warga, Hamzah mengungkapkan dirinya sangat bersyukur akses jalan di Desa Binusan bakal kembali dikerjakan DPUPR-Perkim Kaltara. Sebab, jalan yang masih berupa tanah tersebut kerap kali menyulitkan warga sekitar saat melintas.

“Saya sangat bersyukur bapak gubernur hadir langsung di tempat kami. Apalagi saya dengar langsung dari bapak gubernur jalan ini akan kembali dilanjutkan (Pengerjaan) tahun ini. Jalan ini kalau hujan banjir dan becek. Anak – anak sekolah dan warga bisa terhambat jika jalan ini sudah banjir dan becek. Kadang ada anak – anak sekolah yang lewat terjatuh karena berlubang,” tutur Hamzah.

CEK JALAN : Salah satu pengecekan jalan yang akan dikerjakan oleh DPUPR-Perkim Kaltara di Nunukan.

Setelah mengecek jalan yang akan dikerjakan DPUPR-Perkim Kaltara, Gubernur Zainal kembali melanjutkan perjalanannya. Kali ini ia berinisiatif mengecek langsung harga rumput laut dan sekaligus menyapa warga di Kampung Nelayan Budidaya Rumput Laut Mamolo, Tanjung Harapa, Kecamatan Nunukan Selatan.

Hawa panas mengiringi perjalanan rombongan Gubernur Zainal siang itu. Tepat pukul 14.00 wita, Gubernur Zainal disambut kerumunan warga Mamolo yang tak menduga kedatangan gubernur. Seperti biasanya, Gubernur Zainal menyapa dan berdiskusi akrab dengan warga. Sebagian warga ada yang menyampaikan aspirasi mereka soal keinginan dibantu perbaikan jalan, dan beberapa warga lain tak hentinya memuji peran Gubernur Zainal yang disebut membuat aksi nyata di Kampung Mamolo dengan membangun jembatan sepanjang 320 meter, yang sangat bermanfaat bagi warga.

“Jembatan yang dulunya rusak-rusak diperbaiki pak gubernur sekarang sudah bagus. Bisa lihatlah sendiri. Sangat berguna buat kami warga Mamolo, kami bangga juga punya bapak gubernur yang turun langsung di warganya, jarang ada pejabat yang bisa begini,” aku Ida warga Mamolo, siang itu.

Senada dengan hal itu, Komar warga lainnya di Mamolo yang juga berperan menyampaikan aspirasi kepada gubernur saat warga mengeluhkan jembatan rusak, saat itu. Menurut Komar, ia dan warga lainnya telah menyampaikan aspirasi kepada Pemkab Nunukan terkait permohonan perbaikan jembatan warga. Namun begitu, perbaikan jembatan yang dimaksud warga tak kunjung datang. Akhirnya, Komar dan warga lainnya memutuskan untuk menyampaikan langsung kepada Gubernur Kaltara.

“Panjang jembatan yang dibangunkan Gubernur Kaltara kepada warga ini sekitar 300 meter. Bukan hanya jembatannya saja, pengerjaan lanjutan dari gubernur juga berupa pagar jembatan beserta profil air juga ditempatkan di jembatan ini,” terangnya.

JEMBATAN : Tampak warga melintas di jembatan yang dibangun Pemprov Kaltara sepanjang 320 meter di Desa Mamolo.

Tak jauh dari situ, Gubernur Zainal menyambangi sekelompok warga yang tengah mengikat bibit rumput laut. Di bawah tenda terpal biru, gubernur ikut berbaur bersama warga. Warga yang sadar kedatangan gubernur tampak tak ingin ketinggalan momen, dengan merekam kegiatan gubernur dengan ponselnya. Warga lainnya tampak berdiskusi terkait keinginan warga terhadap upaya pemerintah kembali menstabilkan harga rumput laut.

Hamzah, seorang petani rumput laut sekaligus warga Mamolo menyampaikan jika selama ini tak ada keluhan lain dari warga selain harga rumput laut. Sebab, tak dapat dipungkiri budidaya rumput laut Mamolo merupakan lokasi budidaya dan penghasil rumput laut terbesar di Nunukan maupun Kaltara. Karena hal itulah, ia berharap peranan penting kepala daerah dapat menjadi sarana warga menyampaikan aspirasinya.

“Sudah lama sekali harga rumput laut ini turun. Mungkin kalau tidak salah sudah setahunan lah. Sekarang harganya Rp 8 ribu per kilo. Dulu sebelum harga anjlok Rp 27 ribu per kilo, dan paling rendah Rp 20 ribu per kilo. Ya meskipun kami sadari harga ditentukan dari tengkulak, semoga pemeintah juga bisa ikut peduli dengan harga rumput laut. Karena ini memang pencarian utama kami di sini,” kata Hamzah.

Marni, warga Mamolo mengaku turut senang dengan kedatangan gubernur tersebut. Kata dia, kedatangan gubernur ke wilayah mereka bukan kali pertama. Dengan ini ia merasa perhatian kepala daerah dirasakan hingga pelosok dan perbatasan Kaltara.

“Sudah sering gubernur ke tempat kami ini, banyak juga sumbangsihnya kepada warga di sini (Mamolo) siapa yang tidak senang wilayah dan warganya diperhatikan gubernur. Kami akui Pak Zainal ini memang sangat dekat dengan semua warga,” sebut Marni.

BERSAMA WARGA : Gubernur saat bersama warga yang sedang mengikat bibit rumput laut di Mamolo.

Perjalanan dilanjutkan gubernur kembali mengecek ruas jalan. Kurang lebih 30 menit perjalanan yang ditempuh gubernur bersama rombongan untuk bisa sampai ke Kilo 4 Desa Binusan. Sekitar pukul 15.30 wita, Gubernur Zainal bersama rombongan tiba di jalan aspal yang telah dikerjakan Pemprov Kaltara. Jalan lingkar yang masih berada di kilo 4 Desa Binusan ini merupakan tembusan dari jalan sebelumnya yang akan dikerjakan DPUPR-Perkim Kaltara.

Belum lama tiba di jalan tersebut, warga sekitar yang kebetulan melintas langsung menyambangi Gubernur Zainal. Warga bernama Syarif itu menyampaikan jalan yang dibangun Pemprov Kaltara sangat bermanfaat bagi warga. Terlebih warga yang berdomisili di Desa Binusan dan sekitarnya sangat terbantu saat melintas di jalan tersebut.

“Kami termasuk orang lama juga di sini jadi tau betul ini jalan dulu dan sekarang bagaimana. 20 tahun jalan ini ada baru diaspal di zamannya Pak Zainal. Kami bangga dan sangat bersyukur karena jalan ini memang sangat penting bagi perlintasan warga. Kami sangat bersyukur alhamdulillah ada kepala daerah yang perhatian dengan kami di sini,” kata Syarif.

DISAMBANGI WARGA : Salah seorang warga (Baju Merah) saat menyambangi Gubernur Kaltara menyampaikan apresiasi terkait pengaspalan yang telah dirampungkan Pemprov Kaltara.

Selepas dari kunjungan itu, Gubernur Zainal membawa rombongannya ke salah satu warung warga di sekitar Pelabuhan Tunon Taka. Seperti biasanya, Gubernur Zainal kembali menyapa warga yang berada di warung dan berdiskusi ringan sambil menikmati kopi panas sebelum kembali ke Kota Tarakan, sore itu.

“Kita satu hari ini sudah mengunjungi sejumlah pengerjaan yang kita (Pemprov Kaltara) kerjakan di Nunukan. Sudah ada yang dikerjakan, dan akan dikerjakan. Memang apa yang kita kerjakan adalah apa yang sangat dibutuhkan masyarakat. Sebisa mungkin dengan anggaran yang ada pasti akan kembali melanjutkan pengerjaan infrastruktur tahun ini di Nunukan,” terangnya.

“Ya memang saya suka turun langsung. Tidak hanya menunggu di kantor, tapi juga harus turun lapangan. Biar bisa mendengar dan melihat langsung aspirasi masyarakat kita,” lanjutnya.

Gubernur bersama rombongan bertolak dari Tunon Taka sekitar pukul 16.30 wita. Sinar matahari sore itu menjadi pengantar speedboat Kaltara 1 menembus perjalanan malam hingga tiba di Pelabuhan Tengkayu II, Kota Tarakan pukul 19.30 wita. Gubernur Zainal kembali menyemangati rombongan yang ikut dengannya dalam kunjungan kerja sehari di Kabupaten Nunukan. (***)

Editor: Nicky Saputra

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2637 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *