Terindikasi PMI Non Prosedural, 2 WNI Tujuan Malaysia Diperiksa

benuanta.co.id, NUNUKAN – Dua orang calon penumpang tujuan Tawau, Malaysia ditunda keberangkatannya oleh petugas Imigrasi di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Internasional Tunon Taka Nunukan.

Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Jodhi Erlangga mengatakan, dua WNI tersebut ditunda keberangkatannya lantaran terindikasi sebagai Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non prosedural.

“Laki-laki dan perempuan, keduanya kita tunda keberangkatannya di hari yang berbeda yakni 10 dan 11 Juni,” kata Jodhi kepada benuanta.co.id, Kamis (13/6).

Jodhi menerangkan, pasca maraknya penyeludupan PMI non prosedural, pihaknya juga memperketat pengawasan di TPI Pelabuhan Tunon Taka Nunukan untuk mengantisipasi PMI melalui jalur resmi namun menggunakan dokumen yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

Baca Juga :  Sola BBM Asal Malaysia, Kuota untuk Nunukan Masih Mencukupi

Setiap harinya pihaknya melakukan pemeriksaan dokumen keimigrasian kepada para calon penumpang sebelum keberangkatan Kapal Ferry dari Nunukan, Indonesia menuju Tawau, Malaysia.

Pemeriksaan dilakukan dengan metode wawancara singkat oleh petugas Imigrasi kepada para calon penumpang.

“Dari hasil pemeriksaan kita, calon penumpang tersebut menggunakan paspor penggantian terbitan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare dan berencana menuju Tawau, Malaysia untuk bekerja,” jelasnya.

Baca Juga :  Sepanjang Juni Ada 8.166 Orang Melintas di Pelabuhan Internasional Tunon Taka

Jodhi menghimbau kepada seluruh calon penumpang yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri untuk selalu memastikan kelengkapan dokumen keimigrasiannya dan mengikuti prosedur pemeriksaan yang berlaku.

“Pastikan bahwa paspor anda masih berlaku dan tidak rusak, serta lengkapi diri dengan visa yang sesuai dengan tujuan perjalanan,” jelasnya.

Dikatakannya, selanjutnya kedua calon penumpang tersebut diserahkan ke BP3MI Kaltara untuk dilakukan pemeriksaan lebih mendalam ini dilakukan untuk memastikan tujuan sebenarnya dari perjalanan calon penumpang tersebut.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus memperketat pengawasan untuk mencegah terjadinya kasus migrasi tenaga kerja tidak prosedural yang berpotensi merugikan para pekerja dan membahayakan keselamatan mereka.

Baca Juga :  Ganja Masuk Golongan Narkoba 

“Upaya penundaan keberangkatan ini merupakan bagian dari komitmen kita dalam menegakkan aturan keimigrasian dan melindungi para pekerja migran Indonesia,” tutupnya.(*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Ramli

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2526 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *