Kendalikan Inflasi dan Stabilisasi Harga Bahan Pokok lewat Gerakan Tanam Cabai

benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan dan Bank Indonesia (BI) melakukan sinergitas menjaga stabilitas harga bahan pokok serta pengendalian inflasi melalui gerakan menanam cabai.

Hal ini dilakukan karena melihat cabai merupakan salah satu bahan pokok yang harganya tidak stabil sehingga menjadi salah satu penyumbang naiknya inflasi di Kota Tarakan.

Penjabat (Pj) Wali Kota Tarakan membenarkan bahan pokok penting seperti cabai memang harganya tidak stabil. “Kadang Rp 60 ribu, Rp 80 ribu bahkan Rp 150 ribu,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia meminta pihak Dinas Pertanian Tarakan kolaborasi dengan Kepala Bagian Umum Setda Tarakan untuk mengupayakan di samping kantor Wali Kota dapat menjadi lahan penanaman cabai. Selain itu, ia juga berkomunikasi dengan pihak Bank Indonesia (BI) untuk meminta bantuan bibit cabai.

Baca Juga :  Dinkes Tarakan akan Lakukan Imunisasi Polio di Posyandu, Puskesmas dan Sekolah

Mengingat BI juga memiliki program yang sama akhirnya Pemkot Tarakan mendapatkan bantuan 1.000 bibit. Namun, yang ditanam kurang lebih 600 saja dan sisanya diserahkan kepada kelompok tani untuk ditanam.

“3 bulan kemudian akan kita lakukan pengecekan terkait hasil produksi. Ini adalah satu upaya konkret untuk memastikan ketersediaan bahan pokok penting dan keterjangkauan harga,” jelasnya.

“Saya yakin kegiatan ini bukan hanya seremonial tapi memiliki dampak yang sangat besar terhadap pengendalian inflasi di Kota Tarakan,” tambahnya.

Baca Juga :  Perolehan Suara di PSU Meningkat, Gerindra Kokoh Pertahankan Posisi Ketua 

Terkait hal tersebut, Deputi Kepala Perwakilan, Kepala Tim Perumusan Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Kalimantan Utara, Seno Indarto mengatakan untuk menjaga stabilisasi nilai rupiah juga menjaga inflasi tetap rendah dan stabil pihaknya mengadakan program Gerakan Pengendalian Pangan (GPP) karena melihat cabai merupakan salah satu komoditas yang harganya cukup tinggi, persuasif dan berpengaruh terhadap inflasi.

“Untuk menjaga inflasi tersebut harapannya adalah nilai cabai tetap stabil. Kita GPP meberikan bantuan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) maju bersama untuk pengembangan bibit cabai dan mengembangkan cabai,” terangnya.

Ia berharap dengan cara tersebut, Kota Tarakan dapat menjadi produsen. Paling tidak dapat mengurangi pasokan dari daerah lain namun, pasokan di Tarakan tetap tersedia dan stabil.

Baca Juga :  BMKG Prediksi La Nina Terjadi pada Juli Ini

“Kita juga bersinergi dengan Pemkot Tarakan. Karena Pemkot Tarakan yang memberikan alat bantunya. Harap luasnya masyarakat Tarakan dapat turut serta ikut menanam cabai di perkarangan KWT menanam cabai masyarakat juga. Sehingga untuk produksi dan formasinta tetap terjaga,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Yogi Wibawa

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2526 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *