4 Tahun Vakum, Karang Taruna Kaltara Diminta Aktif Lagi

benuanta.co.id, TARAKAN – Terhitung 4 tahun sudah Karang Taruna Provinsi Kaltara vakum dari kepengurusan. Hal ini membuat koordinasi antara Karang Taruna kabupaten kota di Kaltara menjadi terhambat.

Ketua Karang Taruna Karang Harapan, Kota Tarakan, Joni Leppa mengatakan vakumnya Karang Taruna Kaltara ini merupakan inisiatif dari Dinsos Kaltara. Lantaran saat itu, tepatnya tahun 2020 sudah habis masa kepemimpinan ketua yang lama.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2000 votes

“Jadi kita harapkan ke Dinsos Kaltara agar segera mengaktifkan Karang Taruna Kaltara segera diaktifkan. Karena Karang Taruna ini bisa membantu pembangunan yang ada di wilayah Kaltara,” katanya, Ahad (31/3/2024).

Baca Juga :  Persetujuan Pembentukan Pengadilan PHI dan Tipikor Kaltara Agustus Ini?

Sebelumnya terdapat wacana untuk pengaktifan segera Karang Taruna Kaltara, namun terkendala administrasi dengan Karang Taruna pusat ke daerah. Pihaknya menilai, Dinsos Kaltara harus segera membangun komunikasi dengan Karang Taruna pusat untuk segera menunjuk karataker.

“Dinsos saat itu tidak memberikan akses untuk membuat musyawarah besar setelah habis kepemimpinan Bang Jimmi. Makanya vakum, sebenarnya sudah mau musyawarah besar tapi Dinsos menyebut masa kepemimpinan sudah pensiun,” bebernya.

Vakumnya Karang Taruna Kaltara ini tentu berdampak terhadap jalannya Karang Taruna di kabupaten kota. Sehingga perlu dipertanyakan wadah untuk koordinasi Karang Taruna di kabupaten kota bahkan desa di Kaltara tak sampai ke provinsi.

Baca Juga :  Alat Tangkap Mini Trawl, DKP Kaltara: Sesuaikan Zona Penangkapan

“Karang Taruna desa saja aktif. Ini malah Karang Taruna provinsi mati, ini sangat keliru saya rasa,” tegasnya.

Senada dengan Joni, Ketua Karang Taruna Nunukan, Ramli Tamrin mengungkapkan pihaknya turut merasakan dampak vakumnya pengurus provinsi. Lantaran organisasi struktural tidak berjalan dengan baik.

“Meskipun pada dasarnya kita di kabupaten ini bergerak secara mandiri. Tapikan organisasi berjenjang, alangkah lebih baik dan sehat ya harus aktif di provinsi,” ungkapnya.

Adapun selama ini, Karang Taruna di tingkat kabupaten kota, maupun kecamatan hingga kelurahan berjalan secara mandiri. Dengan mati surinya, Karang Taruna provinsi juga membuat program unggulan dari provinsi tak dapat terserap dengan baik.

Baca Juga :  Jelang Pilkada, Kabinda Kaltara Beberkan Potensi Besar Hoaks

“Karena tidak adanya hubungan tata laksana organisasi,” imbuhnya.

Sejauh ini, wilayah yang aktif Karang Tarunanya hanya Kota Tarakan, Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Tana Tidung. Pihaknya pun juga tak dapat mendesak Dinsos secara langsung, lantaran sebelumnya terdapat agenda Bimtek pada Oktober 2023 lalu untuk membahas calon ketua Karang Taruna Kaltara namun dibatalkan karena alasan administrasi.

“Tapi sejauh ini belum ada tindaklanjut lagi. Kita juga koordinasi soal upaya Dinsos ini agar bisa mengaktifkan lagi Karang Taruna,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *