BPJS Ketenagakerjaan di Kaltara Miliki 22 Pusat Layanan Kecelakaan Kerja

TARAKAN – Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tarakan Wahyu Diannur menyampaikan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Tarakan memiliki total 22 Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) yang terdiri dari 9 Rumah Sakit, 12 Puskesmas dan 1 Klinik, dengan rincian yaitu RSUD dr Jusuf SK Tarakan, RSU Kota Tarakan, RSUD Malinau, RSUD Nunukan, RS Carsa Tarakan, RS Pertamina Tarakan, RSAL Ilyas Tarakan, RS Bhayangkara Tarakan, RSUD Bulungan, 12 Puskesmas di Kabupaten Bulungan dan 1 Klinik Bunyu Medika.

Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) adalah fasilitas pelayanan kesehatan berupa klinik, puskesmas, balai pengobatan, praktek dokter bersama, dan rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan pelayanan kesehatan pada kecelakaan kerja dan/atau Penyakit Akibat Kerja bagi seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan baik itu sektor formal dan informal.

Baca Juga :  Wamendag Ingatkan Bahwa Media Sosial tidak Boleh Berjualan

Perusahaan yang sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dapat menggunakan layanan PLKK di Rumah Sakit yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tarakan. Setiap biaya yang timbul saat penanganan di Rumah Sakit tenaga kerja tidak usah takut, karena semua biaya ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan sampai sembuh.

Wahyu menjelaskan sesuai PP 44/2015 Pelayanan kesehatan pada Kecelakaan Kerja atau penyakit akibat kerja dilakukan oleh fasilitas kesehatan milik pemerintah, pemerintah  daerah, atau swasta yang memenuhi syarat dan menjalin kerja sama  dengan BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan ketentuan peraturan  perundang-undangan. Ini akan mempermudah para peserta untuk menjangkau layanan kecelakaan kerja sehingga dapat menanggulangi kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja secara tepat dan cepat.

Baca Juga :  Dorong Investasi Senilai Rp 80 Triliun di Kalimantan Utara

“Bagi setiap tenaga kerja jika mengalami kecelakaan kerja dapat menggunakan layanan PLKK disetiap rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan kami sebagai bentuk laporan bahwa terjadi kecelakaan kerja untuk segera ditangani pihak medis, setelah itu tenaga kerja atau pendamping tenaga kerja  diharapkan agar segera membuat laporan ke petugas kami dalam jangka waktu 2 x 24 jam untuk segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Wahyu menyampaikan hingga 31 Desember 2023, Kantor Cabang Tarakan telah melayani dan membayarkan jaminan kecelakaan kerja sebanyak 685 kasus dengan total biaya 8,6 milyar rupiah.

Baca Juga :  90 Persen Warga Sebatik Bertransaksi Pakai Rupiah

Wahyu menghimbau agar seluruh perusahaan langsung mendaftarkan perusahaannya beserta seluruh tenaga kerjanya sebagai peserta jaminan sosial yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan saat perusahaan tersebut mulai aktif beraktivitas, dan membayar iuran tepat waktu agar para pekerja tidak ada yang dirugikan.

“jika sewaktu-waktu tenaga kerja mengalami musibah, pengusaha tidak perlu lagi mengeluarkan biaya, karena sepenuhnya sudah menjadi tanggung jawab BPJS Ketenagakerjaan. Harapan kami seluruh tenaga kerja di wilayah Kalimantan Utara menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *