Bulungan Punya Dua TPS Khusus dan TPS Marjinal

benuanta.co.id, BULUNGAN – Menyukseskan pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) yang tinggal 19 hari lagi dilaksanakan pemungutan suara tepatnya di tanggal 14 Februari 2024. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bulungan juga fokus untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses dan daerah perusahaan.

Ketua KPU Bulungan, Lili Suryani menjelaskan, di Kabupaten Bulungan terdapat 2 tempat pemungutan suara (TPS) khusus dan 1 TPS marjinal. Untuk kebutuhan petugas seperti Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pun telah terpenuhi.

“Hari ini KPPS untuk TPS khusus juga ikut dilantik, yang berbeda saat bimtek (Bimbingan Teknis) akan dilaksanakan khusus karena beda perlakuan,” ujar Lili Suryani kepada benuanta.co.id, Kamis, 25 Januari 2024.

Baca Juga :  Rumah Sakit Abdul Rais Fattah Resmi Beroperasi

Dia menyebutkan jika TPS khusus di Bulungan ada di wilayah perusahaan tepatnya di PT Pipit Mutiara Indah yang berada di Kecamatan Sekatak, jumlahnya ada 2 TPS.

“TPS khusus ini untuk orang-orang yang berada di perusahaan. Rata-rata pemilihnya ada pemilih pindahan yang DPTb,” tuturnya.

Alasan TPS ini didirikan, karena pemilih dari luar ini tidak dapat pulang dari area perusahaan. Untuk mengakomodirnya, maka KPU melaksanakan pengusulan dan ditentukan oleh KPU RI.

Baca Juga :  Kuota Haji Bulungan 88, Biaya Rp 56 Juta per Orang

“Mereka ini didaftarkan dan ada penanggungjawab di TPS khusus yang dipegang oleh perusahaan,” terang Lili.

Dari sekian banyak perusahaan di Bulungan, hanya PT Pipit Mutiara Indah ini saja yang mampu menyiapkan segala bentuk administrasi yang diminta oleh KPU dan diinput dalam aplikasi SIDALIH.

“Semua kita minta kemarin, termasuk perusahaan di KIPI dan di hulu. Saat kita input di SIDALIH yang berisikan nama, NIK, alamat dan sebagainya. Yang bisa memenuhi persyaratan hanya PT Pipit Mutiara Indah,” paparnya.

Baca Juga :  RS Abdul Rais Fattah Layani Pasien BPJS

Selain TPS khusus, dirinya juga menaruh perhatian besar terhadap TPS marjinal atau wilayah terdalam dan terpencil telah dilakukan perencanaan matang, baik distribusi logistik nantinya juga terhadap pemenuhan petugas KPPS.

“TPS marjinal kita hanya 1 yakni di wilayah Punan Benau, KPPS-nya kita ambil dari desa dan impor ke Benau. Komposisinya sudah ada dan lengkap,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *