Pemberian Bankeu Khusus Insentif Tiap Tahun Meningkat

benuanta.co.id, BULUNGAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) juga memberikan perhatian bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN yang bekerja sebagai pendidik dan tenaga kependidikan, penyuluh pertanian dan penyuluh perikanan dengan bantuan keuangan (Bankeu) insentif setiap bulannya.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Kaltara, Denny Harianto melalui Kasubbid Bina Administrasi Keuangan Daerah BKAD Kaltara, Winda mengatakan tahun 2021 penerima bankeu khusus insentif sebanyak 13.575 orang dengan anggaran yang dikucurkan sebesar Rp 64.748.250.000.

“Tahun 2021 bankeu insentif di Kabupaten Bulungan sebesar Rp 16.085.250.000 dengan jumlah penerima 3.137 orang diterima selama 9 bulan,” ucapnya kepada benuanta.co.id, Jumat, 12 Januari 2024.

Di mana rinciannya adalah pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 3.075 nominal uang perbulan sebanyak Rp 550.000 totalnya Rp 15.221.250.000, penyuluh pertanian ASN ada 49 orang menerima insentif sebesar Rp 1.500.000 totalnya Rp 661.500.000, penyuluh pertanian non ASN ada 4 orang menerima insentif sebesar Rp 1.000.000 totalnya Rp 36.000.000, penyuluh perikanan ASN ada 9 orang menerima insentif sebesar Rp 1.500.000 totalnya Rp 121.500.000 dan penyuluh perikanan non ASN ada 5 orang menerima insentif sebesar Rp 1.000.000 totalnya Rp 45.000.000.

Bankeu insentif di Kota Tarakan sebesar Rp 14.793.300.000 dengan jumlah penerima 2.975 orang diterima selama 9 bulan, dengan rincian pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 2.964 orang nominal uang perbulan sebanyak Rp 550.000 totalnya Rp 14.671.800.000, penyuluh pertanian ASN ada 5 orang menerima insentif sebesar Rp 1.500.000 totalnya Rp 67.500.000, penyuluh pertanian non ASN ada 3 orang menerima insentif sebesar Rp 1.000.000 totalnya Rp 27.000.000, penyuluh perikanan ASN tidak dan penyuluh perikanan non ASN ada 3 orang menerima insentif sebesar Rp 1.000.000 totalnya Rp 27.000.000.

Bankeu insentif untuk Kabupaten Nunukan sebesar Rp 17.946.000.000 dengan jumlah penerima 3.465 orang diterima selama 9 bulan, dengan rincian pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 3.360 orang nominal uang perbulan sebanyak Rp 550.000 totalnya Rp 16.632.000.000, penyuluh pertanian ASN ada 67 orang menerima insentif sebesar Rp 1.500.000 totalnya Rp 904.500.000, penyuluh pertanian non ASN ada 10 orang menerima insentif sebesar Rp 1.000.000 totalnya Rp 90.000.000, penyuluh perikanan ASN ada 15 orang menerima insentif sebesar Rp 1.500.000 totalnya Rp 202.500.000 dan penyuluh perikanan non ASN ada 13 orang menerima insentif sebesar Rp 1.000.000 totalnya Rp 117.000.000.

Bankeu insentif untuk Kabupaten Malinau sebesar Rp 11.571.300.000 dengan jumlah penerima 3.139 orang diterima selama 9 bulan, dengan rincian pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 2.234 orang nominal uang perbulan sebanyak Rp 550.000 totalnya Rp 11.058.300.000, penyuluh pertanian ASN ada 22 orang menerima insentif sebesar Rp 1.500.000 totalnya Rp 297.000.000, penyuluh pertanian non ASN ada 23 orang menerima insentif sebesar Rp 1.000.000 totalnya Rp 207.000.000 dan penyuluh perikanan non ASN ada 1 orang menerima insentif sebesar Rp 1.000.000 totalnya Rp 9.000.000.

Baca Juga :  Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan

Bankeu insentif di Kabupaten Tana Tidung sebesar Rp 4.352.400.000 dengan jumlah penerima 859 orang diterima selama 9 bulan, dengan rincian pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 842 orang nominal uang perbulan sebanyak Rp 550.000 totalnya Rp 4.167.900.000, penyuluh pertanian ASN ada 6 orang menerima insentif sebesar Rp 1.500.000 totalnya Rp 81.000.000, penyuluh pertanian non ASN ada 10 orang menerima insentif sebesar Rp 1.000.000 totalnya Rp 90.000.000 dan penyuluh perikanan ASN ada 1 orang menerima insentif sebesar Rp 1.500.000 totalnya Rp 13.500.000.

Tidak hanya itu, bankeu insentif pada tahun 2022 di Kabupaten Bulungan sebesar Rp 21.447.000.000 dengan jumlah penerima 3.137 orang diterima selama 12 bulan, dengan rincian pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 3.075 nominal uang perbulan sebanyak Rp 550.000 totalnya Rp 20.295.000.000, penyuluh pertanian ASN ada 49 orang menerima insentif sebesar Rp 1.500.000 totalnya Rp 882.000.000, penyuluh pertanian non ASN ada 4 orang menerima insentif sebesar Rp 1.000.000 totalnya Rp 48.000.000, penyuluh perikanan ASN ada 9 orang menerima insentif sebesar Rp 1.500.000 totalnya Rp 162.000.000 dan penyuluh perikanan non ASN ada 5 orang menerima insentif sebesar Rp 1.000.000 totalnya Rp 60.000.000.

Bankeu insentif di Kota Tarakan sebesar Rp 19.724.400.000 dengan jumlah penerima 2.975 orang diterima selama 12 bulan, dengan rincian pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 2.964 orang nominal uang perbulan sebanyak Rp 550.000 totalnya Rp 19.562.400.000, penyuluh pertanian ASN ada 5 orang menerima insentif sebesar Rp 1.500.000 totalnya Rp 90.000.000, penyuluh pertanian non ASN ada 3 orang menerima insentif sebesar Rp 1.000.000 totalnya Rp 36.000.000 dan penyuluh perikanan non ASN ada 3 orang menerima insentif sebesar Rp 1.000.000 totalnya Rp 36.000.000.

Bankeu insentif untuk Kabupaten Nunukan sebesar Rp 23.928.000.000 dengan jumlah penerima 3.465 orang diterima selama 12 bulan, dengan rincian pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 3.360 orang nominal uang perbulan sebanyak Rp 550.000 totalnya Rp 22.176.000.000, penyuluh pertanian ASN ada 67 orang menerima insentif sebesar Rp 1.500.000 totalnya Rp 1.206.000.000, penyuluh pertanian non ASN ada 10 orang menerima insentif sebesar Rp 1.000.000 totalnya Rp 120.000.000, penyuluh perikanan ASN ada 15 orang menerima insentif sebesar Rp 1.500.000 totalnya Rp 270.000.000 dan penyuluh perikanan non ASN ada 13 orang menerima insentif sebesar Rp 1.000.000 totalnya Rp 156.000.000.

Baca Juga :  Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan

Bankeu insentif untuk Kabupaten Malinau sebesar Rp 15.428.400.000 dengan jumlah penerima 3.139 orang diterima selama 12 bulan, dengan rincian pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 2.234 orang nominal uang perbulan sebanyak Rp 550.000 totalnya Rp 14.744.400.000, penyuluh pertanian ASN ada 22 orang menerima insentif sebesar Rp 1.500.000 totalnya Rp 396.000.000, penyuluh pertanian non ASN ada 23 orang menerima insentif sebesar Rp 1.000.000 totalnya Rp 276.000.000 dan penyuluh perikanan non ASN ada 1 orang menerima insentif sebesar Rp 1.000.000 totalnya Rp 12.000.000.

Bankeu insentif di Kabupaten Tana Tidung sebesar Rp 5.803.200.000 dengan jumlah penerima 859 orang diterima selama 12 bulan, dengan rincian pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 842 orang nominal uang perbulan sebanyak Rp 550.000 totalnya Rp 5.557.200.000, penyuluh pertanian ASN ada 6 orang menerima insentif sebesar Rp 1.500.000 totalnya Rp 108.000.000, penyuluh pertanian non ASN ada 10 orang menerima insentif sebesar Rp 1.000.000 totalnya Rp 120.000.000 dan penyuluh perikanan ASN ada 1 orang menerima insentif sebesar Rp 1.500.000 totalnya Rp 18.000.000.

“Total bankeu khusus tahun 2022 sebesar Rp 86.331.000.000 dengan penerima sama dengan tahun 2021 yakni 13.575 orang,” sebutnya.

Sementara, di tahun 2023 bankeu insentif di Kabupaten Bulungan sebesar Rp 24.974.600.000 dengan jumlah penerima 3.143 orang diterima selama 12 bulan, dengan rincian pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 3.087 nominal uang perbulan sebanyak Rp 650.000 totalnya Rp 24.078.600.000, penyuluh pertanian ASN ada 44 orang menerima insentif sebesar Rp 1.300.000 totalnya Rp 686.400.000, penyuluh pertanian non ASN ada 3 orang menerima insentif sebesar Rp 800.000 totalnya Rp 28.800.000, penyuluh perikanan ASN ada 9 orang menerima insentif sebesar Rp 1.300.000 totalnya Rp 140.400.000 dan penyuluh perikanan non ASN ada 4 orang menerima insentif sebesar Rp 800.000 totalnya Rp 38.400.000.

Bankeu insentif di Kota Tarakan sebesar Rp 23.254.800.000 dengan jumlah penerima 2.973 orang diterima selama 12 bulan, dengan rincian pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 2.960 orang nominal uang perbulan sebanyak Rp 650.000 totalnya Rp 23.088.000.000, penyuluh pertanian ASN ada 5 orang menerima insentif sebesar Rp 1.300.000 totalnya Rp 78.000.000, penyuluh pertanian non ASN ada 3 orang menerima insentif sebesar Rp 800.000 totalnya Rp 28.800.000, penyuluh perikanan ASN ada 2 orang menerima insentif sebesar Rp 1.300.000 totalnya Rp 31.200.000 dan penyuluh perikanan non ASN ada 3 orang menerima insentif sebesar Rp 800.000 totalnya Rp 28.800.000.

Baca Juga :  Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan

Bankeu insentif untuk Kabupaten Nunukan sebesar Rp 27.701.400.000 dengan jumlah penerima 3.467 orang diterima selama 12 bulan, dengan rincian pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 3.371 orang nominal uang perbulan sebanyak Rp 650.000 totalnya Rp 26.293.800.000, penyuluh pertanian ASN ada 63 orang menerima insentif sebesar Rp 1.300.000 totalnya Rp 982.800.000, penyuluh pertanian non ASN ada 7 orang menerima insentif sebesar Rp 800.000 totalnya Rp 67.200.000, penyuluh perikanan ASN ada 18 orang menerima insentif sebesar Rp 1.300.000 totalnya Rp 280.800.000 dan penyuluh perikanan non ASN ada 8 orang menerima insentif sebesar Rp 800.000 totalnya Rp 76.800.000.

Bankeu insentif untuk Kabupaten Malinau sebesar Rp 18.225.600.000 dengan jumlah penerima 3.119 orang diterima selama 12 bulan, dengan rincian pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 2.230 orang nominal uang perbulan sebanyak Rp 650.000 totalnya Rp 17.394.000.000, penyuluh pertanian ASN ada 31 orang menerima insentif sebesar Rp 1.300.000 totalnya Rp 483.600.000, penyuluh pertanian non ASN ada 33 orang menerima insentif sebesar Rp 800.000 totalnya Rp 316.800.000 dan penyuluh perikanan ASN ada 2 orang menerima insentif sebesar Rp 1.300.000 totalnya Rp 31.200.000.

Bankeu insentif di Kabupaten Tana Tidung sebesar Rp 6.550.800.000 dengan jumlah penerima 823 orang diterima selama 12 bulan, dengan rincian pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 790 orang nominal uang perbulan sebanyak Rp 650.000 totalnya Rp 6.162.000.000, penyuluh pertanian ASN ada 9 orang menerima insentif sebesar Rp 1.300.000 totalnya Rp 140.400.000, penyuluh pertanian non ASN ada 20 orang menerima insentif sebesar Rp 800.000 totalnya Rp 192.000.000, penyuluh perikanan ASN ada 3 orang menerima insentif sebesar Rp 1.300.000 totalnya Rp 46.800.000 dan penyuluh perikanan non ASN ada 1 orang menerima insentif sebesar Rp 800.000 totalnya Rp 9.600.000.

“Penerima bankeu tahun 2023 sebanyak 13.516 orang, ada penurunan sekitar 59 orang. Di mana penerimaan bankeu insentif sebesar Rp 100.705.200.000,” tutupnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *