5 Alasan Apindo Kekeuh Pertahankan Nilai Alpha 0,17 atau Rp 132.816,96 dalam Pembahasan UMK Tarakan

benuanta.co.id, TARAKAN – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Pertahankan Nilai Alpha di Angka 0,17 dan sanggup di nominal Rp 132.816,96 dalam pembahasan UMK bersama serikat pekerja dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Tarakan serta Badan Pusat Statistik (BPS).

Perwakilan Apindo Kota Tarakan yang tergabung dalam Dewan Pengupahan Kota (Depeko) turut memberikan penjelasan alasan mempertahankan nilai alpha di angka 0,17.

Ketua APINDO Kota Tarakan, Zaini Mukmin mengungkapkan angka tersebut merupakan angka maksimal yang bisa disepakati. BPS merilis dimulai dari angka 0,10, 0,15, 020, 0,25 sampai 0,30. Pihaknya memutuskan mengambil angka 0,10 sementara serikat meminta angka 0,30.

Baca Juga :  Indosat Hadirkan GENsi di Tarakan untuk Perkuat Literasi Digital dan AI

Dengan diskusi yang panjang, terjadi perubahan angka yang turun dan naik. “Apindo diminta bergeser, kami bergeser di angka 0,15. Serikat tetap di angka 0,30. Begitu diminta bergeser, Apindo 0,17, serikat di angka 0,25. Tapi karena tidak ada kesepakatan, kan ada tiga unsur Apindo, Serikat Pekerja dan pemerintah, ada tiga opsi,” ujarnya.

Melihat tidak menemui kesepakatan atas diskusi yang dilakukan, pihaknya pun kembali menurunkan angka ke 0,10. Untuk nilai alpha 0,10 di versi Apindo sekitar Rp 109.125, 65 atau sekitar 2,69 persen jika dirupiahkan. Ia membeberkan beberapa alasan mengapa Apindo memilih stagnan di 0,17 tidak ada kenaikan lagi.

Baca Juga :  Kemenkop RI Dukung Penuh Permodalan Koperasi Merah Putih di Daerah

Lanjutnya, yang menjadi faktor tak bisa menaikkan lagi angka tersebut karena UMK Tarakan cukup tinggi, dibanding se-Kalimantan, Tarakan tinggi. Menurutnya, Angkanya kurang dinamis bagi pengusaha dibandingkan UMP ke UMK. Alasan kedua yaitu ekspor menurun dan belum ada jaminan di tahun 2024 akan membaik. Ketiga, UMK sekarang tidak dapat diterapkan pada perusahaan-perusahaan kecil dan menengah. Keempat, posisi UMK Tarakan jauh di atas median upah dan terakhir, pihaknya menjaga agar tidak sampai terjadi pengurangan tenaga kerja.

“Kita harus ada saving dan pertimbangkan jangka panjang,” ujarnya.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Lakukan Extra Dropping dan Gelar Operasi Pasar Sambut Ramadan dan Nyepi

Ia kembali menjelaskan 0,17 adalah angka terakhir dan menyerahkan kepada pemerintah untuk memutuskan sesuai dengan tata tertib yang berlaku. Jika dikalkulasikan dan dikombinasikan tiga unsur, Apindo 0,17, Serikat Pekerja 0,25 dan pemerintah 0,21 nilai alpha. “Nah digabung 0,23. Jika dibagi tiga dapatnya 0,21 nilai alpha. Nilai ini kami limpahkan ke pemerintah, apa pun keputusan pemerintah itu jadi acuan kami. Nilai itu menurut kami dinamis makanya kami serahkan ke pemerintah,” paparnya.

“Untuk alpha 0,21 dilanjutkannya dalam bentuk rupiah di kisaran Rp 132.816,96 atau sekitar 3,28 persen kenaikan,” pungkasnya.(*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *