Kaltara jadi Tuan Rumah Borneo Forum Ke-6, GAPKI Bahas 3 Masalah Ini

benuanta.co.id, TARAKAN – Borneo Forum ke-6 dengan tema Mewujudkan Sawit Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Rakyat berlangsung di Kota Tarakan pada 14-15 November 2023.

Dalam kegiatan tersebut akan membahas 3 pokok utama permasalahan sawit yang ada khususnya di Kalimantan Utara (Kaltara) yaitu tentang Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), keterlanjuran area perkebunan sawit yang masuk dalam kawasan hutan dan terkait fasilitas kebun masyarakat.

Tak hanya kegiatan talk show terkait permasalah sawit, penyelenggara juga mengadakan pameran 16 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Gubernur Kalimantan Utara, Drs. Zainal Arifin Paliwang melalui Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Utara, Heri Rudiyono mengungkapkan, kegiatan forum pengusaha sawit seluruh Kalimantan yang dihadiri oleh seluruh cabang Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) serta pengurus pusat.

Baca Juga :  Sinkronisasi Data Perkebunan Sawit, DPKP Kaltara Bagikan 14 Ribu Kecambah Sawit

“Terkait sawit yang ada di Kaltara, kita punya 20 perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS). Ada 60 pekebun perusahaan besar swasta,” ujar Heri, Selasa (14/11/2023).

Ia pun membeberkan luasan sawit di Kaltara yaitu kurang lebih 500.000 hektare kebun perusahaan dan diperkirakan 100.000 hektar kebun sawit rakyat mandiri. Sebagian besar produksi CPO sudah ada mark up yang sebagian besar untuk kebutuhan dalam negeri.

Baca Juga :  Sinkronisasi Data Perkebunan Sawit, DPKP Kaltara Bagikan 14 Ribu Kecambah Sawit

“Harapan kita kegiatan hari ini terkait permasalah sawit. Kita ada program PSR melibatkan teman-teman perusahaan untuk bermitra dengan petani. Ada masalah sawit yang sudah terlanjur ditanam dikawasan hutan itu harus diselesaikan,” jelasnya.

Disinggung mengenai daerah yang memiliki kebun kelapa sawit terluas di Kaltara ia menjelaskan posisi pertama di duduki oleh Kabupaten Nunukan, kedua ada Malinau, diikuti oleh Bulungan dan terakhir ada Kabupaten Tana Tidung.

Baca Juga :  Sinkronisasi Data Perkebunan Sawit, DPKP Kaltara Bagikan 14 Ribu Kecambah Sawit

Tahun ini pun pihaknya sudah memiliki Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dana hasil bagi sawit. Seluruh kabupaten kota sudah mendapatkan DPA, dana hasil bagi sawit dan peruntukkannya pun telah diatur. Saat ini pihaknya sedang mengejar bagaimana mewujudkan Rencana Aksi Daerah (RAD) untuk sawit di seluruh Kabupaten dan Kota dan Provinsi agar berkelanjutan.

“Harapan kami di tahun depan itu seluruh Kabupaten dan Kota sudah ada RAD Kelapa sawit berkelanjutan,” pungkasnya.(*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *