Kapal Direct Ekspor Mulai Beroperasi di Tarakan

benuanta.co.id, TARAKAN – Pelindo harap masyarakat manfaatkan Kapal Direct export (ekspor langsung) yang saat ini sudah mulai beroperasi di Kota Tarakan.

Kapal direct expor tersebut datang dari luar negeri untuk mengangkut kargo PT Kayan LNG dan ada juga Kapal Yokohama SITC milik China yang mengangkut general Cargo untuk pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) dan pabrik kertas PT Chip Mill

General manager (GM) PT Pelindo IV Cabang Tarakan, Rio Dwi Santoso menjelaskan Kapal direct expor tersebut datang dari luar negeri untuk membawa kargo dari beberapa perusahaan dan akan kembali ke negara asal dengan kosong hal inilah yang akan diharapkan pihaknya agar dimanfaatkan.

Baca Juga :  Buka KIF 2023, Gubernur Ajak Investor Investasi di Kaltara

“Jadi siapa saja bisa memanfaatkan General Cargo. Yang pasti barang ini lebih banyak masuk kesini entah itu barang pabrik atau apa kembalinya kosong kebanyakan begitu. Bisa nggak nanti dari masyarakat atau pengusaha sini atau sekitar Kalimantan Utara (Kaltara) yang memanfaatkan kapal direct expor tadi,” ujarnya Rio

Kapal direct expor yang datang akan kembali dari Tarakan menuju ketiga negara yaitu Jepang, China dan Thailand. Setelah uji coba yang dilakukan satu bulan yang lalu, direncanakan kapal direct expor akan beroperasi sebulan sekali dan tidak menutup kemungkinan jika demand atau permintaan meningkat maka akan di jadwalkan beroperasi dua bulan sekali.

Baca Juga :  Jelang Nataru, Ketersediaan Sembako di Nunukan Masih Aman

“Kapal yang akan datang nanti yang lebih besar. Kalau tidak salah 179 meter panjangnya lebih besar dari yang kemarin,” jelasnya.

Ia mengungkapkan setelah pertemuan yang dilakukan di polres yang diinisiasi oleh Focus Group Discussion (FGD) dan Kapolres Tarakan, barang yang akan diekspor keluar negeri adalah barang komoditi perikanan dan rumput laut. Kapal direct expor ini pun menyediakan reefer container sehingga mengangkut produk ikan.

Menurutnya, hal ini akan memakan biaya yang murah daripada harus melakukan pengiriman transit. Rute yang diambil oleh Kapal tersebut yaitu dari luar negeri dan langsung masuk ke area Tarakan.

Baca Juga :  Hasil Sensus Pertanian, Petani di Kaltara Meningkat 5 Persen

Saya belum tanyakan detail dari ongkos trip dan sebagainya,” ungkapnya.

Pihaknya pun belum mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat karena masih menunggu kedatangan kapal kedua. Walaupun demikian ia merasa bahwa informasi ini sudah mulai menyebar di kalangan masyarakat.

“Kemarin ada muata MT, ada juga reefer. Berarti sudah terserap informasi ini,” pungkasnya.(*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *